Masalah kesehatan pada pekerja usia produktif kini menjadi perhatian. Semakin banyak pekerja berusia 30-an tahun yang terdiagnosis penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Padahal, usia 30-an selama ini dikenal sebagai masa ketika seseorang berada pada puncak produktivitas dalam membangun karier. Namun, tren penyakit yang sebelumnya identik dengan kelompok lanjut usia kini mulai bergeser ke usia yang lebih muda.
Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dr Muchammad Arief Gunawan mengatakan banyak pekerja menganggap dirinya sehat hanya karena masih mampu bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari. Padahal, berbagai faktor risiko penyakit dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang berarti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dahulu hipertensi dan diabetes banyak ditemukan pada usia di atas 40 tahun, kini mulai muncul pada usia 30-an. Faktor penyebabnya bisa dari pola hidup, stres, hingga kurang tidur," kata dr Arief saat ditemui di Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Menurut dr Arief, pekerja yang menjalani sistem work from office (WFO) juga menghadapi risiko gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes.
"Pekerja kantor atau work from office (WFO) juga mengalami risiko gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik. Program kesehatan yang efektif harus berdasarkan hasil medical check up, sehingga intervensi lebih spesifik dan hemat biaya," ujar dia.
Selain pola hidup yang kurang aktif, pengelolaan stres yang buruk juga dapat memengaruhi kesehatan berbagai organ tubuh. Stres dapat muncul dari berbagai faktor, baik yang berasal dari pekerjaan maupun kehidupan di luar pekerjaan.
"Stres dibutuhkan dalam kadar tertentu agar produktivitas optimal. Namun, stres berlebihan dapat menyebabkan burnout," kata dr Arief.
Karena itu, dr Arief menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) secara rutin, setidaknya satu kali dalam setahun.
Baca juga: 5 Makanan Enak 'Penjinak' Hipertensi |
"Kesehatan kerja bukan hanya soal mencegah kecelakaan kerja. Yang tidak kalah penting adalah memastikan pekerja memiliki kondisi fisik dan mental yang memadai untuk menjalankan pekerjaannya secara optimal," katanya.
"Ketika kesehatan pekerja terjaga, produktivitas meningkat dan kualitas hidup juga menjadi lebih baik," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.
(dpy/sud)
