Terminal Cicaheum Berhenti Beroperasi, Pedagang Masih Bertahan

Terminal Cicaheum Berhenti Beroperasi, Pedagang Masih Bertahan

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 26 Jun 2026 16:30 WIB
Suasana Terminal Cicaheum Usai Diumumkan Berhenti Beroperasi
Suasana Terminal Cicaheum Usai Diumumkan Berhenti Beroperasi (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung, tampak lengang pada Jumat (26/6/2026). Seiring dengan penghentian resmi layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), para pedagang di kawasan tersebut kini hanya bisa pasrah menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah.

Roroh, salah satu pemilik warung makan, terlihat menatap aspal terminal yang kian sepi. Ia mengaku sudah mengetahui kebijakan penutupan layanan bus tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk meninggalkan lokasi. Namun, hingga saat ini ia masih bertahan karena belum menerima kompensasi dari Pemerintah Kota Bandung.

"Ya tahu (Terminal Cicaheum tak beroperasi), masih diperbolehkan jualan karena belum diberikan konpensasi," kata Roroh kepada detikJabar, Jumat (26/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan asal Tasikmalaya yang telah lama menetap di Bandung ini tercatat sudah 15 tahun berjualan di Terminal Cicaheum. Sejak anaknya masih kecil hingga kini dewasa dan membantunya di warung, lokasi ini telah menjadi sumber penghidupan utamanya.

ADVERTISEMENT

"Jualan sudah 15 tahun di sini, bareng anak saja," ujar Roroh.

Meski Pemkot Bandung berencana merelokasi para pedagang ke Terminal Leuwipanjang, Roroh memilih untuk tidak mengambil opsi tersebut. Ia berencana pulang dan membuka usaha di rumahnya sendiri.

"Saya mau pulang saja, insyaallah maju lanjut jualan di rumah," ucap Roroh.

Roroh salah satu pedagang di Terminal Cicaheum.Roroh salah satu pedagang di Terminal Cicaheum. Foto: Wisma Putra/detikJabar

Ia menegaskan akan tetap bertahan di kiosnya hingga proyek pembangunan Depo Bandung Rapid Transit (BRT) resmi dimulai. "Sampai pembanguan dimulai saja mungkin," tambahnya.

Keresahan serupa juga dirasakan oleh Nurjaman, pedagang batagor yang sudah 20 tahun menggantungkan hidup di Terminal Cicaheum. Ia hanya bisa menerima keputusan pemerintah terkait pengalihan fungsi terminal tersebut.

"Tahu, ya gimana lagi (sudah kebijakan pemerintah)," ujar Nurjaman.

Mengenai kelanjutan usahanya, Nurjaman mengaku belum memiliki tujuan pasti. Sebagai pedagang kaki lima, ia berencana untuk tetap berjualan secara keliling.

"Kalau pedagang seperti saya, paling muter saja (karena menggunakan gerobak)," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian, menjelaskan bahwa para pedagang memang masih diizinkan beraktivitas di area terminal meskipun layanan angkutan telah dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang.

"Pedagang masih boleh jualan karena belum diberi konpensasi," ujarnya.

Rasdian menambahkan bahwa urusan kompensasi merupakan tanggung jawab Pemkot Bandung dan saat ini masih dalam tahap pengkajian mendalam.

"Pembahasanya masih ada yang perlu diselesaikan dulu, ada yang dihitung oleh konsultan, draft sudah dibuat," pungkasnya.




(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads