Wajah Mirip Taufik Hidayat DPO, Pria Ini Ditarik hingga Dikeplak Warga

Wajah Mirip Taufik Hidayat DPO, Pria Ini Ditarik hingga Dikeplak Warga

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 16:34 WIB
Aditya Pratama Putra
Aditya Pratama Putra (Foto: Tangkapan layar instagram)
Bandung -

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menjerat Taufik Hidayat terhadap seorang perempuan di sebuah indekos di Cileunyi, Kabupaten Bandung, menyita perhatian publik. Di tengah masifnya perburuan terhadap pelaku yang kini berstatus DPO tersebut, muncul cerita tidak terduga yang dialami Aditya Pratama Putra, warga Soreang, Kabupaten Bandung.

Pria yang dikenal sebagai mantan pemain serial Preman Pensiun itu mendadak menjadi sasaran salah sangka. Wajahnya dianggap mirip dengan Taufik Hidayat yang fotonya kini beredar luas di media sosial.

Akibatnya, Aditya beberapa kali mengalami kejadian tidak menyenangkan di ruang publik. Mulai dari dipandangi dengan sinis, dicurigai warga, hingga ditarik dan diinterogasi karena disangka sebagai buronan yang sedang diburu polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya jadi kan awalnya dari awal kasus ini mencuat di sosmed tuh ya sering seliweran ya di FYP. Saya kurang menanggapi karena agak miris sih ngelihat korban, karena kan yang sering ditampilkan tuh muka korban dan awalnya yang sering ditampilkan DPO-nya tuh muka Taufik yang diedit-editan tuh," kata Aditya saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (23/6/2026).

Awalnya, ia hanya menganggap seloroh teman-temannya yang mulai mengirim pesan dan menandainya di berbagai unggahan media sosial sebagai candaan belaka.

ADVERTISEMENT

"Nah, mungkin belakangan ini muncul muka dia yang tanpa filter, yang aslinya gitu ya. Ya awalnya saya nggak nyadar, cuma ada beberapa DM, 'Dit mirip, Dit mirip,' di DM. Teman-teman ada juga yang nge-tag di beberapa akun, 'Kayak kamu, kayak kamu' gitu ya," ujarnya.

Namun, canda di dunia maya itu ternyata berlanjut ke kehidupan nyata. Aditya mulai merasakan atmosfer berbeda saat berada di tempat umum. Beberapa orang kedapatan memperhatikannya dengan tatapan curiga. Puncaknya terjadi saat dirinya sedang berbelanja di sebuah minimarket.

"Saya hiraukan, sampai akhirnya ketika saya di ruang publik beberapa kali kayak ada yang mandang sinis, terus kayak gimana-gimana gitu ngelihatin terus," katanya.

"Sampai akhirnya kemarin puncaknya itu ada bapak-bapak, saya lagi di sebuah minimarket tiba-tiba narik baju belakang. Ya pakai bahasa Sunda, 'Didinya (kamu) DPO?'," tuturnya.

Aditya yang terkejut langsung menjelaskan bahwa dirinya bukanlah orang yang tengah dicari polisi. Bahkan, ia sampai menunjukkan kartu identitas demi meyakinkan warga tersebut.

"'Oh, maaf Pak bukan,' saya bilang. 'Ah, bohong' katanya. Saya mah Adit, nama saya Adit kebetulan kan bawa KTP saya tunjukin. 'Oh, hapunten Kang' katanya, 'Saya kira Akang yang DPO itu soalnya mirip'," ujarnya.

Peristiwa itu ternyata bukan satu-satunya kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya. Pada malam harinya, saat sedang membeli nasi goreng bersama sang istri, Aditya kembali mengalami kejadian serupa. Kali ini, tindakan fisik spontan datang dari seorang ibu.

"Itu kemarin sore kalau bapak-bapak. Nah malamnya saya lagi beli nasi goreng sama istri, tiba-tiba dikeplak ibu-ibu. Itu nggak tahu karena apa, tapi tiba-tiba dia pergi aja gitu. Mungkin sangka dia saya DPO juga," katanya sambil tertawa.

Khawatir Setelah Muncul Sayembara Rp 250 Juta

Meski tidak mengalami kekerasan fisik yang serius, Aditya mengaku mulai merasa khawatir. Apalagi, status Taufik Hidayat sebagai buronan kini menjadi sorotan nasional setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi akurat mengenai keberadaan pelaku.

Karena alasan itulah, Aditya memutuskan untuk membuat video klarifikasi yang kemudian diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut, ia membeberkan kronologi tidak menyenangkan yang dialaminya akibat dituduh sebagai Taufik Hidayat.

"Ya makanya saya bikin video klarifikasi karena khawatir kan. Karena kemarin aja tuh dua kali saya hampir salah sasaran gitu, walaupun ya tidak ada kekerasan fisik secara keras gitu," ujarnya.

Wajah Taufik Hidayat pelaku penyekapan wanita di BandungWajah Taufik Hidayat pelaku penyekapan wanita di Bandung Foto: Istimewa

Ia mengaku baru menyadari kemiripan wajahnya dengan Taufik setelah melihat foto asli pelaku tanpa penyuntingan yang beredar luas di internet.

"Jadi kalau foto yang dia editan itu memang nggak mirip saya, tapi beberapa foto yang disebarkan foto dia yang lama itu memang saya akui saya mirip gitu," katanya.

Aditya juga mengaku tidak menyangka bahwa candaan warganet yang awalnya hanya sebatas komentar di jagat maya bisa berdampak langsung terhadap kehidupan nyatanya.

"Baru saya sadar tuh yang kemarin-kemarin mulai banyak yang DM, banyak yang ngetag gitu. Ya saya pikir itu bercandaan aja, ternyata ada imbasnya di kehidupan nyata. Saya pikir sih cuma ngetag-ngetag doang itu biasa aja bercandaan gitu," ujarnya.

Melalui kejadian ini, Aditya berharap pelaku yang sebenarnya dapat segera diringkus agar kasus tersebut segera menemui titik terang dan korban mendapatkan keadilan yang seutuhnya.

"Ya mungkin harapan saya sih satu, pelaku atau DPO ini segera tertangkap karena sudah cukup meresahkan se-Indonesia ya, apalagi cukup prihatin atas yang terjadi pada korban," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Terus untuk masyarakat Indonesia lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media, terus jangan sampai tersulut oleh kabar-kabar yang belum tentu benar. Karena kan selama ini efeknya dari sosmed tuh yang timbul adalah jadinya hoaks gitu," ujarnya.

Bahkan, menurut Aditya, video klarifikasi yang dibuatnya pun sempat disalahartikan oleh sebagian orang yang tetap menganggapnya sebagai pelaku penganiayaan.

"Bahkan video klarifikasi saya aja, saya udah klarifikasi ya mungkin adalah ibu-ibu sebagian yang tanpa mencerna video itu bilangnya 'Eh ini pelakunya udah klarifikasi nih udah ketangkap,' padahal kan isinya klarifikasi itu saya menyatakan bahwa saya bukan Taufik Hidayat," katanya.

"Jadi intinya berharap netizen tuh bijak dan mencari informasi yang lebih akurat ya Kang. Dan kalaupun memang tujuannya disayembarakan ini kan biar pelaku cepat tertangkap, jika memang mengetahui keberadaan pelaku atau tidak sengaja melihat pelaku, diusahakan tidak main hakim sendiri dan lapor ke pihak yang lebih berwajib aja sih," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads