Berburu Kursi SD di Sukabumi, Helm dan Botol Ikut Antre Subuh

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 10:54 WIB
Suasana antrean daftar masuk SD di Kota Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Suasana subuh yang masih buta dan dingin di Jalan Raya Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak riuh tidak seperti biasanya. Ratusan orang tua murid tampak sudah berjejal, duduk lesehan di sepanjang trotoar depan pintu gerbang besi yang masih terkunci rapat.

Mereka didera rasa cemas anaknya tidak masuk ke sekolah dasar (SD) favorit. Alhasil, sejak pukul 04.00 WIB, mereka sudah memadati area luar Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana, Kota Sukabumi, demi mendaftarkan buah hati mereka.

Antrean panjang yang didominasi kaum ibu ini tampak mengular hingga ke halaman sekitar sekolah karena pihak panitia membatasi jumlah pendaftar harian. Pemandangan unik sekaligus menggelitik pun tersaji di tengah antrean tersebut.

Botol minum (tumbler), buku, tas berkas, hingga helm motor sengaja diletakkan berjejer rapi di atas aspal oleh para orang tua sebagai pengganti diri dan penanda urutan nomor antrean. Padahal, pintu gerbang sekolah baru dijadwalkan dibuka oleh panitia pada pukul 07.30 WIB.

Salah seorang calon orang tua siswa, Fitria, mengaku nekat datang sebelum fajar menyingsing karena belajar dari pengalaman pahit di hari sebelumnya. Pada hari pertama pendaftaran, ia harus gigit jari karena datang terlambat dan kehabisan kuota nomor pendaftaran.

"Pengalaman hari pertama nggak kebagian nomor. Jadi nyobain subuh, ternyata jam 4 udah ada yang antre. Saya datang jam setengah lima dan di sini sistemnya dibatasi katanya per hari cuma seratus kuota. Sekarang ini sudah hari kedua. Ya bela-belain begini karena sekolah ini favorit, jadi orang-orang lebih tahu dan kualitas anak dijamin di sini," ujar Fitria, Selasa (23/6/2026).

Senada dengan Fitria, perjuangan berburu kursi sekolah dasar ini juga dirasakan oleh Sandi Saepul Bakri. Pria yang ikut mengantre subuh-subuh ini rela menggunakan botol minum miliknya sebagai penanda saf antrean agar tidak tergeser oleh orang tua lain.

"Hari pertama kemarin saya datang jam 7 pagi, tapi ternyata sudah enggak kebagian karena sudah dijatah 100 per hari. Makanya sekarang datang lebih awal, jam setengah lima kurang lima subuh," kata Sandi.

Suasana antrean daftar masuk SD di Kota Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).

"Ini saya menyimpan tanda botol minum (tumbler) di jalan, alhamdulillah dapat antrean kedelapan. Saya pilih sekolah di sini karena kakaknya juga dulu sekolah di sini dan emang bagus, sekolah favorit," sambungnya sembari menunjuk botol minumnya yang berjejer di aspal.

Tingginya animo masyarakat ini rupanya sempat membuat pihak sekolah terkejut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDN CBM Suryakencana, Yucke Lasmara, menjelaskan bahwa membeludaknya para pengantre di waktu subuh sebetulnya berada di luar dugaan panitia.

"Itu di luar dugaan kami, karena panitia sudah mengantisipasi dengan membatasi sehari 100 antrean. Tapi ternyata ada yang mengantre dari jam 2 pagi, jam 4 pagi," kata Yucke.

Pihak sekolah sendiri sebenarnya sudah mengantisipasi pembatasan pendaftaran maksimal 100 orang per hari dengan estimasi pelayanan yang sangat longgar dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB siang.

"Sebetulnya waktu pendaftaran kami cukup panjang dari Senin sampai Jumat, dengan total estimasi bisa menampung hingga 400 pendaftar selama empat hari. Namun, ini karena adanya keresahan dan ketakutan dari para calon orang tua siswa yang khawatir tidak kebagian nomor antrean," jelasnya.

Yucke menambahkan, pada hari kedua pendaftaran ini, tercatat sudah ada sekitar 195 berkas yang masuk dari para orang tua murid. Untuk tahun ajaran baru ini, SDN CBM Suryakencana sendiri berencana menerima sebanyak 144 calon siswa baru berdasarkan seleksi usia dan sistem zonasi. Jumlah siswa yang lolos tersebut nantinya akan ditampung dan dibagi secara merata ke dalam empat rombongan belajar (rombel).



Simak Video "Video: Kisah Abah Sarnuh, 19 Tahun Punya Listrik Sendiri Modal Rp 3,2 Juta"

(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork