Pedagang Cuanki Pusdai Bandung Buka Suara soal Rencana Penertiban

Pedagang Cuanki Pusdai Bandung Buka Suara soal Rencana Penertiban

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 10:00 WIB
Suasana pedagang cuangki di depan Masjid Pusdai.
Foto: Rifat Alhamidi
Bandung -

Pemkot Bandung berencana menertibkan para pedagang cuanki yang berjualan di depan Masjid Pusdai. Penertiban ini menjadi upaya untuk mengembalikan marwah area tersebut sebagai tempat ibadah.

detikJabar pun menyempatkan waktu berbincang dengan sejumlah pedagang cuanki pada Senin (22/6) malam. Mayoritas sudah mengetahui wacana penertiban, meski tak sedikit yang berharap ada keringanan bagi mereka untuk mencari penghasilan.

Nina (nama samaran) salah satunya. Perempuan yang sudah berjualan cuanki usai pandemi COVID-19 itu mengaku sudah mendapat informasi rencana penertiban yang kini acap mengganggu konsentrasinya tiap malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Udah sih, a, udah tahu dari kemaren. Apapun itu kebijakannya, kami mah mohon lah dipertimbangkan lagi, soalnya mau jualan di mana nanti," katanya.

Jika melihat situasi setiap malam, Nina memastikan seluruh pedagang cuanki taat aturan. Setelah berjualan, lapak mereka kembali rapi seperti sedia kala, termasuk membersihkan sampah di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Jualan biasanya sampe jam 2 atau setengah 4 subuh. Semua diberesin lagi, sampahnya diberesin, tempatnya diberesin. Jadi kalau mau ditertibkan, kita juga sebenarnya taat sama aturan a. Makanya kita minta dipertimbangin lagi," tuturnya.

Justru menurut Nina, kawasan Masjid Pusdai kini semakin ramai menjadi destinasi wisata kuliner tiap malam. Setelah muncul wacana penertiban, secara pribadi, ia berharap rencana itu bisa dipertimbangkan kembali dengan melihat kondisi para pedagang.

"Karena kalau harus pindah ke RRI atau Geologi, itu ada aturannya, a. Yang di sini enggak bisa jualan ke sana, yang di sana juga enggak bisa jualan ke sini," katanya.

"Kita mah bakal ikutin aturan. Tapi kalau emang harus ditertibkan, kami mohon dipertimbangin lagi sama pemerintah. Kasihan atuh, a, kami mau jualan ke mama," pungkasnya.



(ral/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads