Rumah 2 Lantai di Tasik Ludes Terbakar, Bayi Lolos dari Maut

Rumah 2 Lantai di Tasik Ludes Terbakar, Bayi Lolos dari Maut

Deden Rahadian - detikJabar
Senin, 22 Jun 2026 08:05 WIB
Kebakaran rumah dua lantai di Tasikmalaya
Kebakaran rumah dua lantai di Tasikmalaya (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Ketenangan Minggu malam di Kampung Nanggerang, Desa Salawu, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kobaran api yang muncul dari sebuah rumah dua lantai dengan cepat membesar dan mengancam permukiman padat penduduk di sekitarnya, Minggu (21/6/2026).

Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi ke udara. Warga yang mengetahui adanya kebakaran langsung berhamburan keluar rumah dan berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Rumah milik Muhamad Nizar Yuma Pratama (33) menjadi bangunan yang paling parah terdampak. Api melalap hampir seluruh bagian rumah dua lantai tersebut hingga menyisakan kerangka bangunan. Sementara itu, rumah milik Badrudin yang berada di dekat lokasi turut terdampak dan mengalami kerusakan pada sebagian bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebakaran terjadi dan menimpa rumah warga. Tim gabungan damkar, BPBD, Tagana, polisi dan TNI bahu-membahu berupaya padamkan api dibantu warga sekitar," ucap Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia kepada detikJabar.

ADVERTISEMENT

Di tengah situasi mencekam, warga sempat dibuat khawatir karena terdapat seorang bayi berusia 10 bulan yang berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Beruntung, bayi tersebut berhasil dievakuasi sebelum api semakin membesar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar. Seluruh isi lantai atas rumah milik Nizar beserta atap bangunan hangus terbakar. Api juga merusak sebagian ruangan di lantai bawah.

"Tidak ada korban jiwa beruntung. Keluarga semua selamat," kata Jembar.

Kapolsek Salawu AKP Dedi Darsono mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, api pertama kali muncul dari lantai dua rumah milik Muhamad Nizar. Sebelum kebakaran diketahui, keluarga korban sempat mendengar suara percikan disertai bau hangus dari ruang tengah lantai atas yang jarang digunakan untuk beraktivitas.

Saat dilakukan pengecekan, api ternyata sudah menjalar ke bagian atap dan terus membesar.

"Jadi ada keluarga korban Dita bersama Padil dan Aulia ngecek terdengar suara terbakar tahunya dari lantai dua rumahnya. Mereka langsung berteriak meminta tolong warga sekitar. Warga berupaya memadamkan dengan alat seadanya, mengambil air dari masjid depan rumah. Tapi api terlalu cepat membesar dan merembet ke lantai bawah," kata Dedi.

Warga yang berdatangan ke lokasi sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember dan pasokan air dari masjid yang berada di depan rumah korban. Namun, kobaran api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju si jago merah.

Petugas pemadam kebakaran bersama unsur BPBD, Tagana, TNI, Polri, dan warga kemudian berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di ruang tengah lantai dua.

"Dugaan dari korsleting arus pendek listrik. Kami langsung berupaya koordinasi dengan PLN untuk pemutusan arus listrik, pemadaman dan pendinginan bersama warga dan Damkar, serta himbauan bahaya korsleting akibat instalasi jarang dicek," jelas AKP Dedi Darsono.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads