Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Priangan Timur (Tasikmalaya , Garut, Banjar, Ciamis dan Pangandaran) dalam sepekan terakhir. Mulai dari lansia jatuh ke sumur saat pemadaman listrik di Ciamis hingga tercemarnya Pantai Pangandaran gegara batu bara.
Berikut rangkuman peristiwa di Priangan Timur pekan ini
1. 'Cinta Monyet' Bikin Remaja Tasikmalaya Dianiaya
Seorang pelajar SMP berusia 15 tahun asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah pelajar lain. Peristiwa itu terjadi pekan lalu di Kecamatan Karangjaya dan videonya kini beredar luas melalui pesan berantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video pertama, korban yang mengenakan kaus putih tampak dikerumuni sejumlah pelajar lain. Korban diduga dipukul berulang kali pada bagian wajah dan belakang kepala hingga meringis menahan sakit.
Sementara dalam video kedua, korban terlihat dirundung dan diminta menyampaikan permintaan maaf secara bergiliran di hadapan para pelaku.
Kasus ini kemudian dilaporkan orang tua korban ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (18/6/2026). Mereka meminta perlindungan hukum dan pendampingan psikologis bagi anaknya.
"Saya datang ke kantor KPAI mau melaporkan dan meminta perlindungan buat anak saya dianiyaya pelajar lain," kata Sumiati, ibu korban, saat ditemui di Kantor KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (18/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggal korban di Kecamatan Cineam.
Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman awal terhadap kasus tersebut.
"Ya korban dan pelaku adalah warga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Kami turun tangan," ujar Ato di kantornya.
Berdasarkan hasil penelusuran, korban diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh belasan pelajar lain.
KPAI menyebut terdapat dua faktor yang diduga melatarbelakangi peristiwa tersebut. Faktor pertama berkaitan dengan persoalan hubungan pertemanan remaja atau yang kerap disebut "cinta monyet". Mantan kekasih korban diketahui menjalin hubungan dengan pelajar dari Karangjaya, lokasi kejadian.
Baca juga: Cinta Monyet Berujung Petaka di Tasikmalaya |
Faktor kedua berkaitan dengan status WhatsApp yang dibuat korban. Korban mengaku kerap mendapat teror setelah putus hubungan sehingga menuliskan pesan agar tidak bergaul dengan anak-anak Karangjaya. Status tersebut diduga memicu reaksi sejumlah pelajar.
"Motifnya gara gara korban buat status nanti jangan bergaul sama anak anak karangjaya. Akhirnya memicu reaksi anak anak karang jaya. Harus minta maaf ke puluhan anak sambil di pukul ada yang nendang juga. Awalnya, Korban pacaran dengan pelajar perempuan, terus putus, terus sudah putus si pacarnya punya pacar dari kecamatan lain. Tapi hubungannya dengan korban masih baik. Nah Ada sisi cemburu, pacar baru mantan korban disinyalir neror si korban yang akhirnya korban nulis status ulah gaul jeng budak karangjaya," kata Ato Rinanto.
Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Proses penyelidikan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak.
KPAI Kabupaten Tasikmalaya menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis kepada korban untuk membantu pemulihan trauma. Selain itu, pendampingan hukum juga akan dilakukan guna memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
"Jadi datang ke kami minta perlindungan dan pendampingan kasus hukumnya. KPAI akan lakukan pendampingan baik korban maupun pelaku, sama-sama anak," kata Ato Rinanto.
2. Lansia di Ciamis Jatuh ke Sumur Saat Listrik Padam
Suasana tenang di Dusun Warungkulon, Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, Kamis (18/6/2026) petang mendadak berubah panik. Seorang lansia bernama Farida Budiasih (66) terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar enam meter saat kondisi rumah sedang gelap akibat listrik padam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.27 WIB. Korban yang hendak menuju kamar mandi diduga tersandung bibir sumur hingga akhirnya jatuh ke dalam sumur yang memiliki kedalaman air sekitar setengah meter.
Ketua RW setempat Nono Cahyono mengatakan, dirinya mendapat laporan dari keluarga korban sesaat setelah kejadian. Mendapat kabar tersebut, ia langsung menghubungi petugas Damkar dan BPBD Ciamis untuk meminta bantuan evakuasi.
"Setelah mendapat informasi dari keluarga korban, saya langsung menghubungi Damkar dan BPBD. Alhamdulillah petugas cepat datang dan langsung melakukan evakuasi. Kedalaman sumurnya sekitar enam meter dengan air sekitar setengah meter," ujar Nono saat dihubungi.
Menurut Nono, saat kejadian wilayah tersebut sedang mengalami pemadaman listrik. Berdasarkan keterangan keluarga, korban bermaksud menuju dapur, namun karena kondisi gelap justru masuk ke area kamar mandi dan terjatuh ke sumur.
Korban sempat berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu didengar keponakannya yang kemudian meminta bantuan warga dan melaporkannya kepada Ketua RW setempat.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan petugas Damkar bersama BPBD, perangkat desa, tenaga kesehatan, dan warga setempat langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan.
"Begitu menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan. Proses evakuasi berjalan lancar dan korban berhasil diangkat dari dalam sumur dalam kondisi selamat," kata Budi.
Evakuasi melibatkan sejumlah personel Damkar Ciamis dengan dukungan satu unit kendaraan operasional. Setelah sekitar satu jam penanganan, korban berhasil dievakuasi pada pukul 19.23 WIB.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani menyebut kondisi korban secara umum baik dan tidak mengalami luka serius.
"Korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Saat ini sudah berada di rumah dan hanya membutuhkan istirahat untuk pemulihan," ujar Ani.
3. Tongkang Batu Bara Bocor, Pantai Pangandaran Menghitam
Kapal tongkang pembawa batubara 80.000 pon atau sekitar 36 ribu kilogram alias 36 ton yang karam di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, mulai menunjukkan dampak yang meluas. Air laut di sekitar lokasi sudah menghitam.
Pantauan detikJabar pada Kamis (18/6/2026) pagi pukul 07.30 WIB, situasi di pesisir lokasi karamnya kapal tongkang batubara menjadi tontonan warga. Mereka pun mengambil gambar hingga berswafoto dengan latar belakang kapal tongkang yang sudah miring.
Bahkan, batubara di atas kapal tersebut sudah meluber dan terbawa arus ke pesisir Sukaresik. Terlihat hamparan batubara seukuran koral dan kelereng berserakan di sepanjang pantai.
Meski belum ada garis polisi, lokasi itu dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Satpolairud Polres Pangandaran dan unsur TNI.
Sebelumnya, kapal tongkang yang membawa 80.000 ton batubara itu ditarik kapal Tugboat Titan 33 dari Palembang dengan tujuan Cilacap. Perjalanan berakhir di Pantai Batukaras pada Selasa (17/6). Penyebab bersandar dan karamnya kapal tongkang tersebut karena adanya kebocoran.
Jika dilihat, lokasi karamnya tongkang batubara berada tak jauh dari Pantai Batuhiu dan pusat konservasi penyu, sehingga kawasan itu berpotensi terkena pencemaran.
Selain itu, jarak menuju dua destinasi lainnya seperti Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran berpotensi terkena dampaknya. Ditambah lagi, kawasan itu juga berdekatan dengan area tangkap nelayan.
Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M Anang Tri mengatakan, saat ini kapal tongkang bermuatan batubara di Pantai Sukaresik sudah dijaga ketat. Sementara itu, kapal Tugboat Titan 33 diamankan ke Pelabuhan Bojongsalawe.
"Sementara hari ini masih kami jaga ketat, termasuk kapal tugboat sekarang dibawa ke pelabuhan Bojes," ucap Anang saat dihubungi detikJabar, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya tindak pidana, khususnya pencurian dan penjarahan oleh orang tidak bertanggung jawab. "Sehingga saat ini melakukan pengamanan oleh petugas bersama TNI AL," ucapnya.
Selain itu, pihak Satpolairud telah melakukan koordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, serta masyarakat setempat guna menjaga status quo lokasi sambil menunggu evakuasi.
(bba/dir)
