Fakta di Balik Video Viral Keranjang Sultan Langit Tabrakan di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 18:16 WIB
Wahana Keranjang Sultan Langit di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh unggahan video yang merekam insiden tabrakan antarwahana Keranjang Sultan Langit di kawasan wisata alam Suspension Bridge Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi. Dalam video yang beredar, wahana yang melayang di ketinggian tersebut tampak saling berbenturan hingga memicu kepanikan netizen.

Namun, apa sebenarnya yang terjadi di atas ketinggian 160 meter Lembah Purba tersebut? Berikut adalah fakta-fakta di balik video viral tersebut berdasarkan penjelasan resmi pihak pengelola.

Bukan Macet, tapi Potensio Dimainkan Pengunjung

Pihak pengelola menegaskan bahwa insiden tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh kerusakan mesin, malfungsi sistem, ataupun kemacetan pada jalur wahana. Berdasarkan hasil analisis video, benturan terjadi karena ada pengunjung yang usil atau penasaran memainkan alat pengatur kecepatan (potensio) yang berada di dekat lengan keranjang.

"Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensionya," ujar Manager Operasional Suspension Bridge Situ Gunung, Usep Suherlan, saat ditemui detikJabar, Rabu (17/6/2026).

Menurut Usep, panel pengatur berenergi baterai dan dinamo tersebut memiliki fungsi on-off, pengatur kecepatan, hingga opsi untuk bergerak mundur. Pihak pengelola sebenarnya merahasiakan fungsi alat ini demi keamanan.

"Kita tidak menginformasikan bahwa si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan, itu hanya kami yang tahu. Ketika dikasih tahu, bahkan semakin penasaran orang ingin mencoba memutar sehingga berhenti dan melaju sehingga mengakibatkan goyangan," jelasnya.

Akibat putaran acak dari pengunjung itulah, sebuah antarkeranjang mendadak melambat atau mati di tengah jalur, lalu terdorong oleh keranjang di belakangnya.

Terjadi 50 Meter Sebelum Garis Finish

Insiden dorong-mendorong antarkeranjang rotan gantung ini diketahui terjadi di jalur kepulangan wahana pada 14 Juni 2026 lalu. Posisinya pun sudah sangat dekat dengan area pemberhentian akhir (finish).

"Itu kejadiannya 50 meter sebelum finish di sana," ungkap Usep menambahkan bahwa saat kejadian, kondisi tempat wisata memang sedang padat antrean wisatawan.

Simak Video "Video: Kisah Abah Sarnuh, 19 Tahun Punya Listrik Sendiri Modal Rp 3,2 Juta"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork