Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh unggahan video yang merekam insiden tabrakan antarwahana Keranjang Sultan Langit di kawasan wisata alam Suspension Bridge Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi. Dalam video yang beredar, wahana yang melayang di ketinggian tersebut tampak saling berbenturan hingga memicu kepanikan netizen.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi di atas ketinggian 160 meter Lembah Purba tersebut? Berikut adalah fakta-fakta di balik video viral tersebut berdasarkan penjelasan resmi pihak pengelola.
Bukan Macet, tapi Potensio Dimainkan Pengunjung
Pihak pengelola menegaskan bahwa insiden tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh kerusakan mesin, malfungsi sistem, ataupun kemacetan pada jalur wahana. Berdasarkan hasil analisis video, benturan terjadi karena ada pengunjung yang usil atau penasaran memainkan alat pengatur kecepatan (potensio) yang berada di dekat lengan keranjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensionya," ujar Manager Operasional Suspension Bridge Situ Gunung, Usep Suherlan, saat ditemui detikJabar, Rabu (17/6/2026).
Menurut Usep, panel pengatur berenergi baterai dan dinamo tersebut memiliki fungsi on-off, pengatur kecepatan, hingga opsi untuk bergerak mundur. Pihak pengelola sebenarnya merahasiakan fungsi alat ini demi keamanan.
"Kita tidak menginformasikan bahwa si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan, itu hanya kami yang tahu. Ketika dikasih tahu, bahkan semakin penasaran orang ingin mencoba memutar sehingga berhenti dan melaju sehingga mengakibatkan goyangan," jelasnya.
Akibat putaran acak dari pengunjung itulah, sebuah antarkeranjang mendadak melambat atau mati di tengah jalur, lalu terdorong oleh keranjang di belakangnya.
Terjadi 50 Meter Sebelum Garis Finish
Insiden dorong-mendorong antarkeranjang rotan gantung ini diketahui terjadi di jalur kepulangan wahana pada 14 Juni 2026 lalu. Posisinya pun sudah sangat dekat dengan area pemberhentian akhir (finish).
"Itu kejadiannya 50 meter sebelum finish di sana," ungkap Usep menambahkan bahwa saat kejadian, kondisi tempat wisata memang sedang padat antrean wisatawan.
Pengelola Sebut Video Terkesan 'Heboh Sendiri'
Meski video tersebut viral dan dinilai mengerikan oleh netizen di media sosial, Usep yang berada di lokasi saat kejadian menyatakan bahwa situasi riil di lapangan sebenarnya jauh dari kesan mencekam. Wisatawan yang berada di area finish pun melihatnya sebagai hal yang biasa karena keranjang hanya terdorong perlahan.
"Hanya ketika melihat video, itu seakan-akan si yang memvideokan itu heboh, heboh sendiri gitu kan. Padahal itu kayak hal wajar ya, hanya terdorong saja, tidak seheboh yang memvideokan tersebut," kata Usep.
Wisatawan Selamat dan Tetap Ramai Peminat
Pihak pengelola memastikan bahwa wisatawan yang keranjangnya sempat tertabrak atau terdorong dalam kondisi yang sehat dan selamat tanpa cedera apa pun. "Korban yang tertabrak dengan kereta berikutnya itu baik-baik saja, tidak mengalami sesuatu apapun. Hanya ketika ditanya, ya mungkin sedikit takut," tuturnya.
Menariknya, viralnya video tersebut sama sekali tidak menyurutkan animo pelancong yang ingin menguji adrenalin di atas wahana ekstrem berketinggian hingga 160 meter di atas sungai tersebut. Banyak wisatawan yang tetap mengantre karena percaya dengan sistem keamanan objek wisata ini.
Garansi Double Safety Tali Baja
Usep mengimbau masyarakat agar tidak perlu cemas. Wahana Keranjang Sultan Langit dirancang dengan standar keselamatan berlapis (double safety*) menggunakan perlengkapan panjat tebing yang mampu menahan beban berat. Sebelum meluncur, setiap pengunjung wajib dipasangkan safety harness yang memiliki daya tahan kapasitas beban hingga 300 kilogram.
"Di atas juga seling (tali baja) kita ada dua seling, itu untuk pengamanan safety terakhir. Jadi kita sampai terjatuh keranjang pun, itu tidak akan jatuh langsung ke bawah, karena sudah kami siapkan seling yang kedua untuk pengamanan," tegas Usep menjamin keamanan wahana ekstrem tersebut.
Evaluasi Total Operasional
Kendati murni dipicu tindakan tidak sengaja dari pengunjung, pihak PT Fontis Aqua Vivam selaku pengelola berjanji tidak akan menutup mata. Kejadian ini menjadi bahan kajian penting agar sistem operasional wahana dapat berjalan lebih ketat ke depannya.
"Betul, ini memang harus dievaluasi segala bentuk apapun. Hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi," pungkas Usep.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang merekam insiden tabrakan antarwahana Keranjang Sultan Langit di kawasan wisata alam Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial.
Wahana ekstrem yang membentang di atas Lembah Purba dengan ketinggian sekitar 160-180 meter di atas permukaan tanah dengan panjang 523 meter tersebut dilaporkan sempat mengalami kendala operasional yang memicu kepanikan pengunjung.
Peristiwa menegangkan ini dikonfirmasi terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026 lalu. Beruntung, meski sempat diwarnai kepanikan, seluruh wisatawan yang berada di atas wahana tersebut dilaporkan selamat tanpa luka.
Salah seorang wisatawan asal Jakarta sekaligus yang merekam peristiwa itu, Abdul Rozak (33), membeberkan detik-detik peristiwa yang dialaminya secara langsung di lokasi kejadian.
Hari itu, ia bersama sekitar tujuh rekan kerjanya memang tengah mengambil paket liburan di kawasan ikonik di bawah kaki Gunung Gede Pangrango tersebut.
"Jadi saya lagi naik keranjang langit itu, pas kebetulan dari arah yang berlawanan itu ada keranjang yang berhenti dan di belakangnya ada lagi keranjang yang maju, jadi ketabrak yang di depannya," ujar Rozak menceritakan kronologinya kepada detikJabar.
Simak Video "Video: Kisah Abah Sarnuh, 19 Tahun Punya Listrik Sendiri Modal Rp 3,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
