Spanduk 'Reformasi' hingga 'Kami Muak' Warnai Aksi Demo Mahasiswa ITB

Spanduk 'Reformasi' hingga 'Kami Muak' Warnai Aksi Demo Mahasiswa ITB

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 14:12 WIB
KM ITB gelar aksi di Tugu Kubu, Jalan Ganesha, Kota Bandung
KM ITB gelar aksi di Tugu Kubu, Jalan Ganesha, Kota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Ratusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa (KM) ITB menggelar aksi demonstrasi di kawasan Tugu Kubus, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026) siang.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan sejumlah kritik dan tuntutan terkait kondisi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai spanduk dan poster dibawa peserta aksi sebagai bentuk ekspresi aspirasi. Di antaranya bertuliskan "EVALUASI! STOP UGAL-UGALAN", "REFORMASI", hingga "KAMI MUAK".

Ketua KM ITB, Nahdah Nabila, mengatakan aksi tersebut merupakan respons terhadap berbagai persoalan yang dinilai tengah dihadapi masyarakat Indonesia saat ini.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, mahasiswa mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara dan program-program strategis.

"Pertama langkah-langkah tanggungjawab fiskal melalui efesiensi anggaran untuk memperbaiki program-program ekstratif, makan bergizi gratis dan realokasi pengeluaran untuk penguatan daya beli masyarakat dan industri manufaktur," kata Nahdah kepada awak media.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut perbaikan tata kelola pemerintahan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan keterlibatan publik dalam proses pengambilan kebijakan.

"Kedua perbaikan tata kelola program pemerintah dengan memastikan akuntabilitas serta partisipasi pubik," tambahnya.

Tuntutan lainnya adalah mendorong lahirnya kebijakan strategis yang mampu memperkuat sektor industri nasional melalui riset, inovasi, dan pengembangan manufaktur. Menurut mahasiswa, langkah tersebut penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat.

"Ketiga, pembuatan kebijakan strategis yang mendukung industrialisasi berbasis riset, inovasi, manufaktur untuk memperkuat resiliensi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia."

Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap koordinasi internal pemerintahan serta memperkuat sistem komunikasi publik yang berbasis data dan informasi yang akurat.

"Keempat, evaluasi koordinasi internal pemerintahan dan membangun sistem komunikasi efektif yang didukung informasi berbasis data," tegasnya.

Nahdah menegaskan, aksi yang digelar KM ITB merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi publik dan mengawal jalannya pemerintahan.

"Semoga langkah yang kami lakukan dapat membawa kebaikan dan keberdampakan bermakna untuk menjawab persoalan masyarakat. Kami peduli dan ingin suarakan hak-hak masyarakat yang tertindas," pungkasnya.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads