Kendaraan roda dua berbaris rapi di SPBU Cihanjuang, Kota Cimahi, pada hari naiknya harga BBM nonsubsidi, Rabu (10/6/2026). Di antara antrean, terlihat pemilik motor 2-tak yang ikut menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Sekadar diketahui, pemerintah resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari harga Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Kemudian Pertamax Green dari harga Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Motor 2-tak terkenal karena konsumsi bahan bakar yang boros ketimbang motor 4-tak. Seperti yang dimiliki Algifari, warga Soreang, Kabupaten Bandung, yakni motor Kawasaki Ninja berwarna biru keluaran tahun 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor yang dibeli setahun lalu itu punya konsumsi bahan bakar 20 sampai 25 kilometer per liternya. Jauh di bawah konsumsi bahan bakar motor 4-tak yang mencapai 40 bahkan 60 kilometer per liternya.
Tak cuma soal jarak, pemilik motor 2-tak juga dipusingkan dengan jenis bahan bakar yang bisa dikonsumsi kendaraannya. Seperti milik Algifari, yang harus diisi dengan BBM jenis Pertamax ataupun Pertamax Turbo.
"Kaget juga, pagi-pagi baca berita kenaikan harga BBM. Motor saya 2-tak, konsumsi BBM boros, ditambah sekarang harga naik pengeluaran makin membengkak," kata Algifari saat ditemui, Rabu (10/6/2026).
Dalam sehari, ia mengisi BBM Pertamax sebanyak Rp50 ribu. Konsumsi BBM Rp50 ribu itu cukup untuk sekitar dua hari dengan asumsi perjalanan dari Soreang ke Cimahi pulang pergi. Namun dengan kenaikan harga BBM, maka pengeluarannya akan lebih besar.
"Ya tadi isi Rp50 ribu juga, paling sekarang cukup buat 1 hari besoknya harus isi lagi. Belum ditambah pengeluaran buat oli samping, makanya pusing banget," kata Algifari.
Ia mempertimbangkan menjual motor itu dan mengganti dengan motor matik agar lebih irit. Namun ia berharap harga BBM bisa kembali turun seperti semula.
"Ya mungkin dijual, atau cari motor yang harganya lebih murah. Inginnya ya BBM bisa turun lagi harganya, kalaupun naik jangan terlalu besar seperti sekarang. Naik Rp500 per liter masih masuk akal," kata Algifari.
Pemilik motor 2-tak lainnya, Rikcy Saut Tobing, juga mengeluhkan hal yang sama. Pengguna motor Yamaha F-1ZR jadul itu juga pusing dengan pengeluaran yang membengkak usai kenaikan harga BBM non subsidi.
"Sebetulnya motor saya masih bisa pakai Pertalite, cuma kan antreannya selalu panjang makanya kemarin-kemarin saya pakai Pertamax. Eh sekarang Pertamaxnya naik hampir Rp4 ribu per liter, ya engap-engapan kita pastinya," kata Saut.
Beruntung motor 2-Tak itu tak ia pakai setiap hari. Namun kekhawatiran lainnya yakni kenaikan harga BBM akan mengerek harga kebutuhan lain terutama sembako.
"Pasti, tunggu saja sebentar lagi harga sembako pasti naik karena BBM naik. Sebagai kelas pekerja menengah ke bawah, pastinya akan terbebani, semakin tergencet kondisi rakyat," ujar Saut.
(sud/sud)
