Sebuah truk boks yang mengangkut muatan puluhan dus gantungan baju (hanger) dan perlengkapan garmen dilaporkan terbakar saat melintasi Tanjakan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa di jalur menanjak yang padat ini sempat memicu kepanikan, namun aksi cepat warga sekitar berhasil menjinakkan api sebelum melalap seluruh badan kendaraan.
Warga di lokasi, Pirman, menceritakan detik-detik mencekam saat api pertama kali muncul di lokasi kejadian. Menurutnya, percikan api mendadak keluar dan langsung membesar tak lama setelah kendaraan tersebut berhenti. "Pas (nanjak) langsung berhenti itu langsung ada percikan api," kata Pirman saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Selasa (9/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pirman menambahkan bahwa api tersebut bersumber dari bagian atas boks truk. "Dari atas, dari atasnya. Pas di bak atau boks baknya itu," ujarnya.
Kebakaran ini bahkan sempat tidak disadari oleh sopir truk yang sedang mengemudi. Beruntung, warga yang melihat kobaran api di bagian atas boks langsung berteriak dan meminta truk tersebut untuk segera menghentikan lajunya.
Seorang warga lainnya, Wena, menyebutkan bahwa truk tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Sukaluyu, Cibadak, menuju ke kawasan pabrik Kenlee. Sopir baru menyadari musibah yang menimpanya setelah diberhentikan oleh warga.
"Jadi, truk itu melintas, tiba-tiba di atas mobilnya itu udah ada api. Makanya disuruh berhenti," kata Wena di lokasi.
Wena menjelaskan, sopir sama sekali tidak mengetahui jika muatan di belakangnya sudah mulai dilalap si jago merah. "Sebenarnya sopirnya mah nggak tahu sebelumnya mah. Pas disuruh berhenti baru ngeh," ungkapnya.
Jari Warga Terluka Saat Bantu Pemadaman
Melihat api yang terus membesar, Wena bersama warga lainnya langsung bergerak cekatan bergotong-royong mengambil air seadanya untuk menyiram sumber api. Aksi sigap warga ini membuahkan hasil sehingga api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bagian depan truk.
Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena sopir maupun kernet berhasil menyelamatkan diri. Namun, Wena selaku warga yang membantu mengalami luka bakar di bagian jari-jarinya.
Selain itu, kerugian materi tak terhindarkan lantaran puluhan dus muatan garmen yang berada di bagian belakang truk hangus terbakar dan hancur. "Banyak sekalilah. Puluhanlah kalau yang hancur mah. Dus mah banyak sih yang hancur," pungkas Wena.
Akibat peristiwa ini, arus kendaraan di jalur Tanjakan Pamuruyan sempat mengalami ketersendatan parah. Petugas bersama warga terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup jalan guna melancarkan proses evakuasi.
(iqk/iqk)
