Drama melelahkan kembali mewarnai proses pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Setelah target pengumuman pemenang lelang dipatok pada 5 Juni 2026, kenyataannya kini justru masih belum sesuai dengan harapan.
Pemkot Bandung hingga Senin (8/6/2026) masih membuka proses lelang Bandung Zoo yang sebelumnya sempat diulang. Ada tiga lembaga yang kini bakal dipilih untuk menjadi pengelola Bandung Zoo, yakni Taman Safari Indonesia, Faunaland (Ancol, Jakarta), hingga Gembira Loka (Yogyakarta).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung Zoo teh hari ini sama besok akan dibuka. Dari yang saya dengar ya, laporan akan dibuka tiga peserta yang akhirnya memasukkan kembali dokumen," kata Farhan saat dikonfirmasi detikJabar di Balai Kota Bandung, Senin (8/6/2026).
"Nah ini saya deg-degan. Soalnya saya nggak boleh lihat dokumennya, kumaha pansel (panitia seleksi) we eta mah," ungkapnya menambahkan.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan dokumen pengumuman, lelang ulang pengelolaan Bandung Zoo dimulai pada 26 Mei 2026. Penjelasan tender dilakukan pada 3 Juni 2026, disusul pemasukan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026.
Selanjutnya, jadwal pelaksanaan tender dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Penetapan mitra dijadwalkan pada 9 Juni 2026, dan penandatanganan kerja sama akan dilakukan pada 12 Juni 2026.
Farhan pun akhirnya membocorkan nilai lelang pengelolaan Bandung Zoo. Kawasan tersebut dalam kontraknya mencapai sekitar Rp 4,6 miliar per tahun dengan durasi Kerja Sama Pengelolaan (KSP) selama 26 tahun.
"Pokoknya kontrak per tahunnya Rp4,6 miliar. Kemudian bagi hasilnya antara 10 sampai 20 persen untuk pemerintah kota, terus investasi pembangunannya 100 persen oleh pemenang tender," kata Farhan, Senin (8/6/2026).
"Iya, nilainya lumayan besar. Karena kita mau memastikan pemanfaatan dari aset ini juga sesuai. Dan perhitungan itu sudah datang baik dari BPK maupun Kementerian Keuangan," ungkapnya menambahkan.
Kondisi ini ditengarai membuat proses pengelolaan Bandung Zoo menjadi alot. Sebab, sejumlah lembaga calon pengelola beberapa kali menegosiasikan kondisi tersebut.
"Hitung-hitungan sih. Jadi kan gini, kalau lelang ini teh kan ya serius sekali itu hitungannya besar sekali," kata Farhan.
Sementara itu, nilai kontrak Bandung Zoo tidak bisa diubah secara mendadak. Pasalnya, kata Farhan, jika nilainya harus diubah, maka administrasi lelang tersebut harus diulang dari awal.
"Jadi nego, nego, nego, nego, ketika mereka mau mengubah angka yang ditawarkan itu teh harus mengajukan lelang ulang, kita administrasikan. Sementara waktu makin pendek," ungkapnya.
"Jadi, Bismillah lah," tuturnya.
Di sisi lain, Farhan turut mengkhawatirkan jika lelang ulang pengelolaan Bandung Zoo kembali gagal. Sebab sesuai regulasinya, area tersebut nantinya akan diambil alih oleh Kementerian Kehutanan.
"Tidak boleh, tidak boleh gagal. Jadi maksudnya harus ada. Kalau secara aturan, apabila gagal, maka akan diambil alih oleh Kementerian Kehutanan. Itu saja," pungkasnya.
Simak Video "Video: 711 Satwa Bandung Zoo Bersiap Dipindahkan, Translokasi Jalan Penyelamatan"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
