Nilai Lelang Bandung Zoo Bikin Calon Pengelola Nego Harga

Nilai Lelang Bandung Zoo Bikin Calon Pengelola Nego Harga

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 13:00 WIB
Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo
Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Nasib pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo belum menemukan titik terang. Proses lelang memang sedang dilakukan, namun ada kendala yang membuat tahapan tersebut tak semulus yang diharapkan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun turut membeberkan kendala yang jadi tantangan untuk proses pengelolaan. Masalah nilai kerja sama pengelolaan (KSP) Bandung Zoo, ditengarai jadi pemicunya sehingga membuat lembaga calon pengelola beberapa kali menegosiasikan kondisi tersebut.

"Hitung-hitungan sih. Jadi kan gini, kalau lelang ini teh kan ya serius sekali itu hitungannya besar sekali," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Farhan sempat membocorkan sedikit nilai kesepakatan lelang untuk pengelolaan Bandung Zoo dengan durasi 26 tahun. Nilainya mencapai triliunan rupiah, sebab berdasarkan audit, omzet tiket Bandung Zoo dalam setahun mencapai Rp 26 miliar.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi tersebut, membuat lembaga calon pengelola akhirnya menegosiasikan nilai KSP Bandung Zoo. Sementara kata Farhan, jika nilainya harus diubah, maka administrasi lelang tersebut harus diulang.

"Jadi nego, nego, nego, nego, ketika mereka mau mengubah angka yang ditawarkan itu teh harus mengajukan lelang ulang, kita administrasikan. Sementara waktu makin pendek," ungkapnya.

"Jadi, Bismillah lah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan dokumen pengumuman, lelang ulang pengelolaan Bandung Zoo dimulai pada 26 Mei 2026. Penjelasan tender dilakukan pada 3 Juni 2026, disusul pemasukan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026, dan jadwal pelaksanaan tender pada 8 Juni 2026.

Kemudian, jadwal pelaksanaan tender dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Penetapan mitra dilakukan pada 9 Juni 2026, dan penandatanganan kerja sama dilakukan pada 12 Juni 2026.



(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads