PCMB Jabar: SMAN 4 Bandung Keteteran Verifikasi Berkas

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 14:07 WIB
Hari terakhir Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di SMAN 4 Bandung (8/6/2026) pagi. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Kepanikan yang mewarnai hari terakhir Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat ternyata bukan hanya dipicu gangguan sistem. Di balik lambatnya proses verifikasi, pihak sekolah mengungkap adanya beban kerja yang sangat besar dengan jumlah petugas yang terbatas.

Sejak Senin (8/6/2026) pagi, puluhan orang tua mendatangi SMAN 4 Bandung karena khawatir akun pendaftaran anak mereka belum juga terverifikasi. Padahal, hari itu merupakan batas akhir pendaftaran.

Kepala SMAN 4 Bandung, Tuti Kurniawati, menjelaskan proses verifikasi tidak bisa dilakukan secara instan karena setiap pendaftar harus diperiksa satu per satu secara detail. Menurutnya, satu akun calon murid membutuhkan waktu antara 10 hingga 15 menit untuk diverifikasi. "Memverifikasi satu orang itu membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Jadi memang cukup lama prosesnya," kata Tuti.

Lamanya proses tersebut disebabkan banyaknya dokumen yang harus diperiksa oleh petugas sesuai jalur pendaftaran yang dipilih calon murid. Untuk jalur prestasi rapor, misalnya, petugas harus memeriksa kesesuaian nilai rapor yang diunggah.

Sementara untuk jalur domisili, dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) harus diverifikasi secara detail. "Kalau jalur rapor, kami periksa nilai rapornya. Kalau jalur domisili ya memeriksa KK dan dokumen lainnya. Jadi yang diverifikasi itu dokumen-dokumen yang diunggah oleh calon murid," ujarnya.

Tak hanya itu, Tuti mengungkapkan banyak orang tua mengira pendaftar yang lebih dulu mengunggah berkas otomatis akan lebih cepat diverifikasi.

Padahal, sistem yang digunakan sekolah tidak memberikan informasi waktu pendaftaran secara berurutan kepada petugas. Akibatnya, proses verifikasi berjalan secara acak atau random.

"Memang ada yang mengeluh daftar di hari pertama tapi belum terverifikasi. Kendalanya karena di sekolah tidak ada notifikasi bahwa pendaftar ini masuk tanggal sekian. Jadi ketika kami melakukan verifikasi itu sifatnya random, tidak berurutan. Bahkan ada yang baru mendaftar justru sudah terverifikasi lebih dulu," katanya.

Kendala lain yang cukup menyita waktu berasal dari format dokumen yang diunggah oleh calon murid. Menurut Tuti, banyak pendaftar mengunggah dokumen dalam bentuk foto JPG berukuran besar sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuka dan diperiksa.

"Kadang mereka memasukkan data bukan dalam bentuk PDF, tetapi foto JPG. Misalnya foto KK langsung diunggah. Itu lebih lama dibukanya, bisa sampai lima menit hanya untuk membuka dokumennya," ujar Tuti.

Padahal, menurutnya, penggunaan format PDF akan mempercepat proses pemeriksaan karena ukuran file lebih ringan dan lebih mudah diakses oleh petugas. "Yang lebih cepat sebenarnya menggunakan PDF karena lebih ringan. Itu juga menjadi salah satu kendala dalam proses verifikasi," katanya.

Di tengah membeludaknya jumlah pendaftar, SMAN 4 Bandung juga harus menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, sekolah hanya memiliki delapan petugas yang menangani proses verifikasi seluruh berkas pendaftar.

Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan banyaknya calon murid yang harus diperiksa dalam waktu singkat. Karena itu, pihak sekolah kini mengusulkan adanya tambahan waktu untuk menyelesaikan proses verifikasi yang masih berlangsung. "Kami sedang mengajukan kemungkinan diberikan perpanjangan waktu verifikasi. Karena kami melihat nanti pasti akan ada limpahan pendaftar dari Sekolah Maung," kata Tuti.

Menurutnya, hingga hari terakhir pendaftaran pun masih terdapat sejumlah akun yang belum selesai diverifikasi. "Sementara yang mendaftar sebelumnya saja masih ada yang belum terverifikasi. Mudah-mudahan ada kebijakan perpanjangan verifikasi karena kami di sini hanya delapan orang dan cukup keteteran," pungkasnya.




(iqk/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork