Penyebab Bandung Zoo Gagal Lelang: Nilai Kerja Sama Capai Triliunan Rupiah

Penyebab Bandung Zoo Gagal Lelang: Nilai Kerja Sama Capai Triliunan Rupiah

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 17:00 WIB
Wali Kota Bandung Farhan
Wali Kota Bandung Farhan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Pemkot Bandung memutuskan untuk membuka ulang lelang pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Hal itu terjadi karena tahapan lelang sebelumnya gagal menetapkan pemenang lembaga konservasi untuk mengelola kawasan tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membeberkan kendala yang membuat lelang Bandung Zoo gagal. Masalah kesepakatan nilai pemanfaatan aset jadi salah satu kendalanya yang membuat nasib kebun binatang belum menemukan titik terang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendalanya adalah mengenai komitmen nilai. Ini aset ini nilainya tinggi sekali, jadi memang kita membutuhkan mitra yang memiliki kemampuan finansial dan management yang sangat kuat," kata Farhan kepada detikJabar, Selasa (26/5/2026).

Sekadar diketahui, sejak awal Mei 2026, Pemkot Bandung telah membuka pengelolaan Bandung Zoo dengan sistem kerja sama pemanfaatan (KSP). Dalam dokumen yang dicantumkan, kerjasama tersebut dilakukan selama 26 tahun lamanya.

Seharusnya, pengumuman mitra untuk pengelola Bandung Zoo ditetapkan pada Senin (25/5) kemarin. Namun kemudian, lelang itu gagal dan harus diulang.

Berdasarkan dokumen pengumuman, lelang ulang pengelolaan Bandung Zoo dimulai pada hari ini, 26 Mei 2026. Penjelasan tender dilakukan pada 3 Juni 2026, pemasukan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026 dan jadwal pelaksanaan tender pada 8 Juni 2026.

Kemudian, jadwal pelaksaan tender dilaksanakan pada 8 Juni 2026. Penetapan mitra dilakukan pada 9 Juni 2026, dan penandatanganan kerjasama dilakukan pada 12 Juni 2026.

Farhan pun membocorkan sedikit nilai kesepakatan lelang untuk pengelolaan Bandung Zoo. Dengan durasi kerjasama selama 26 tahun, lelang tersebut membutuhkan kesepakatan pembiayaan hingga triliunan rupiah.

"Kan kontraknya 26 tahun, jadi triliunan (nilai kerjasama pemanfaatan? Pokoknya mah," ungkapnya.

"Dulu aja, dulu nih, dalam keadaan yang diaudit oleh Kejaksaan Tinggi. Setahun, omsetnya ini, tiket hungkul, Rp26 miliar setahun. Nah, pokoknya saya mah minggu ini harus selesai ke Kementerian Kehutanan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Persib Bandung Juara 3 Musim Beruntun!"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads