Kadis PU Sukabumi Lobi Pusat Usulkan Perbaikan Jalan dan Irigasi Rusak

Kadis PU Sukabumi Lobi Pusat Usulkan Perbaikan Jalan dan Irigasi Rusak

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 05 Jun 2026 20:17 WIB
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tengah mengebut perbaikan infrastruktur jalan dan jaringan irigasi.

Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, agroindustri, pariwisata, hingga target swasembada pangan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi Uus Pirdaus menyoroti urgensi penanganan jalan berstatus kewenangan kabupaten. Dia menyebut total panjang jalan kabupaten di wilayahnya saat ini mencapai 1.347,555 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mengejar target kemantapan jalan 62,41 persen pada 2025, kami mengusulkan penanganan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD)," kata Uus dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

Usulan ini juga ditujukan untuk menunjang Proyek Strategis Nasional (PSN) dan program Pemprov Jabar di wilayah Sukabumi. Uus merinci ada lima koridor jalan prioritas yang diusulkan ke pusat.

Lima koridor itu Bagbagan-Tegalbuleud, Sagaranten-Curugkembar, Jampangkulon-Ciguyang, Parungkuda-Kalapanunggal-Cianten-Tenjoayu, dan Sukaraja-Cireunghas-Gegerbitung.

Kondisi Darurat 86 Irigasi Terdampak Bencana

Selain jalan raya, Dinas PU Sukabumi juga memprioritaskan kondisi jaringan irigasi yang menjadi urat nadi ketahanan pangan daerah.

Uus turut mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto soal pangan. Mengutip sang presiden, Uus menyebut bahwa masalah pangan adalah urusan hidup atau matinya suatu bangsa, sehingga harus dipandang strategis.

Sayangnya, infrastruktur pengairan di Sukabumi sedang tidak baik-baik saja. Puluhan daerah irigasi (DI) rusak parah dihantam rentetan bencana.

"Total terdapat 86 daerah irigasi yang terkena bencana alam pada tahun 2024 dan 2025," ungkap Uus.

Kerusakan infrastruktur itu tersebar luas di 8 UPTD. Rinciannya meliputi UPTD Palabuhanratu (15 DI), Ciemas (13 DI), Cicurug dan Sagaranten (masing-masing 11 DI), Jampang Tengah (11 DI), Cibadak (10 DI), Jampang Kulon (8 DI), hingga UPTD Sukabumi (7 DI).

Untuk mengatasi krisis pengairan ini, Dinas PU telah menyiapkan usulan anggaran prioritas. Pada usulan tahap 3 Tahun Anggaran 2026 yang sudah diverifikasi Kementerian PU, Pemkab mengajukan perbaikan di 6 lokasi daerah irigasi dengan kebutuhan dana mencapai Rp 62,8 miliar.

Sementara itu, untuk stok usulan baru Inpres Tahap 5 Tahun 2026, Dinas PU juga tengah mengebut pengajuan bagi 8 daerah irigasi lainnya.

Anggaran yang dibutuhkan pada tahap 5 ini menyentuh angka Rp 114,2 miliar. Dana ratusan miliar tersebut ditargetkan mampu mengairi area persawahan warga seluas 1.939 hektare.

"Harapannya, perbaikan infrastruktur pelayanan dasar dan penunjang perekonomian ini bisa segera tertangani agar terwujud Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah," harap Uus.

(sya/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads