Diduga Korsleting, Toko Parfum dan BPR di Cikatomas Tasik Terbakar

Diduga Korsleting, Toko Parfum dan BPR di Cikatomas Tasik Terbakar

Deden Rahadian - detikJabar
Kamis, 04 Jun 2026 17:04 WIB
Kebakaran di Tasikmalaya.
Kebakaran di Tasikmalaya. Foto: Dok. Damkar Tasikmalaya
Tasikmalaya -

Warga Kampung Pakemitan, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas dikejutkan oleh kobaran api, Kamis (4/26/2026). Sebuah ruko berukuran 8x15 meter yang disekat menjadi dua hangus terbakar.

Ruko itu ditempati dua usaha berbeda, yakni Toko Parfum Isi Ulang milik Irpan Sopandi dan kantor salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

"Betul ada kebakaran, kami turun tangan bersama aparat lain dan libatkan Damkar," kata Kapolsek Cikatomas Iptu Dandan Ramdani kepada detikJabar, Kamis (4/26/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Api pertama kali terlihat dari bagian ruko yang dipakai BPR, lalu dengan cepat menjalar ke toko parfum di sebelahnya. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar.

ADVERTISEMENT

"Kobaran api cepat besar karena di dalam toko parfum banyak bahan baku isi ulang yang mengandung alkohol. Itu mempercepat penyebaran api," jelas Dandan Ramdani.

Saksi bernama Yadi Kusmayadi yang rumahnya berseberangan langsung berteriak minta tolong. Warga berdatangan, berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu bantuan damkar dan petugas.

"Warga sama anggota polsek, Koramil 1218, Satpol PP dan relawan BPBD bahu membahu," kata Dandan Ramdani.

Dugaan sementara, api berasal dari korsleting arus pendek listrik.

"Dugaanya api dari korslet listrik," ucap Dandan Ramadani.

"Polisi sudah olah TKP, minta keterangan saksi, dan bantu warga bereskan puing-puing. Saat ini situasi sudah aman dan kondusif," tambah Dandan Ramdani.

Ia mengimbau warga dan pemilik usaha agar lebih teliti soal instalasi listrik, apalagi bagi mereka yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti parfum isi ulang.

"Periksa kabel, matikan alat elektronik sebelum tutup usaha. Api kecil kalau dibiarkan bisa jadi bencana besar," pesannya.

Kini puing ruko masih berasap. Sementara pemilik dan penyewa mulai menghitung ulang kerugian serta berharap ada bantuan untuk bangkit kembali.

Aam, Danru Damkar Kabupaten Tasikmalaya, menyebutkan bahwa pemadaman api terkendala jarak tempuh yang jauh. Meski demikian, pihak Damkar tetap melakukan upaya pendinginan secara maksimal.

"Kami langsung lakukan pendinginan setelah tiba. Agar api tidak lagi muncul," ujar Aam.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil ditaksir cukup besar. Bangunan ruko senilai Rp200 juta, aset dan barang BPR Rp120 juta, serta barang dagangan toko parfum Rp70 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp390 juta.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads