Satu Jam Perjalanan Bersama Ibu, Demi Mimpi Mendapat Pekerjaan di Ciamis

Satu Jam Perjalanan Bersama Ibu, Demi Mimpi Mendapat Pekerjaan di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikJabar
Kamis, 04 Jun 2026 15:00 WIB
Antrian pada pencari kerja di Job Fair Ciamis di Gedung Islamic Center.
Antrean pada pencari kerja di Job Fair Ciamis di Gedung Islamic Center (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Halaman Gedung KH Irfan Hielmy di Kompleks Islamic Center Ciamis sudah dipadati lautan manusia, Kamis (4/5/2026). Mereka datang dari berbagai daerah, membawa map berisi berkas lamaran dan satu harapan mendapatkan pekerjaan.

Job Fair Ciamis 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis, bukan hanya menjadi ajang pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja. Di balik ribuan pelamar yang hadir, tersimpan beragam cerita perjuangan demi hidup lebih baik.

Salah satunya datang dari Resan Rudiana (18), warga Winduraja, Kecamatan Kawali. Lulusan SMA itu sudah berangkat sejak pagi dari rumahnya. Bersama sang ibu, ia menempuh perjalanan sekitar satu jam menuju lokasi Job Fair. Ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti bursa kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan membawa dua surat lamaran kerja di dalam map yang digenggam erat, Resan mengaku sengaja mencari perusahaan yang membuka banyak kebutuhan tenaga kerja.

"Saya berangkat sama ibu karena belum terlalu tahu jalan ke Ciamis kota. Ini pertama kali ikut Job Fair, jadi masih bingung juga," ujarnya sambil tersenyum.

ADVERTISEMENT

Sejak lulus sekolah, Resan sudah berusaha mencari pekerjaan melalui berbagai platform daring. Namun hingga kini, belum satu pun panggilan kerja yang ia terima.

Meski demikian, ia tidak tinggal diam. Bahkan sebelum lulus sekolah, ia sudah menyiapkan berbagai dokumen pendukung seperti SKCK, NPWP, kartu kuning hingga daftar riwayat hidup.

"Harapannya tentu bisa diterima di salah satu perusahaan. Soalnya sampai sekarang belum pernah dapat panggilan kerja meski sudah beberapa kali daftar online," katanya.

Tak jauh dari antrean pelamar lainnya, Wulan An Nur tampak sibuk memilah berkas di dalam map besar yang dibawanya. Perempuan asal Tasikmalaya itu datang dengan membawa sembilan surat lamaran sekaligus.

Baginya, Job Fair Ciamis menjadi kesempatan untuk kembali bangkit setelah beberapa minggu terakhir berstatus pengangguran.

Sebelumnya, Wulan bekerja di luar daerah. Namun setelah keluar dari pekerjaan lamanya, ia memutuskan pulang kampung dan mulai mencari peluang baru.

"Begitu tahu ada Job Fair di Ciamis, saya langsung siapin lamaran sebanyak mungkin. Sayang kalau kesempatan seperti ini dilewatkan," tuturnya.

Menariknya, biaya yang ia keluarkan untuk mempersiapkan berkas lamaran tidak terlalu besar.

"Paling sekitar Rp 27 ribu untuk beli map, amplop sama fotokopi. Soalnya sebagian dokumen sudah ada dari pekerjaan sebelumnya," ungkap Wulan.

Berbeda lagi dengan kisah Cici Nina (28), warga Kecamatan Sukadana. Job Fair kali ini bukan pengalaman pertamanya. Bahkan ia sudah tiga kali mengikuti kegiatan serupa yang digelar Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Perjalanan karier Cici terbilang cukup panjang dan berliku. Ia pernah bekerja di berbagai bidang, mulai dari pegawai pabrik, petugas SPBU, pegawai swalayan hingga menjadi sekuriti.

Terakhir, ia bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu pusat perbelanjaan di Tasikmalaya. Namun kontraknya tidak diperpanjang setelah masa kerja berakhir.

"Sebenarnya ingin lanjut, tapi karena kontraknya habis dan kondisi perusahaan juga sedang sepi, jadi tidak diperpanjang lagi," katanya.

Kini, Cici kembali berburu peluang kerja. Di Job Fair tahun ini, ia berharap bisa diterima bekerja di salah satu perusahaan ritel modern yang membuka lowongan.

"Mudah-mudahan ada rezekinya di sini. Yang penting dapat pekerjaan lagi supaya bisa punya penghasilan tetap," ujarnya penuh harap.

Sementara itu, Kepala Disnaker Ciamis Dase Fadil Yusdi Mubarak mengatakan, minat masyarakat terhadap bursa kerja tahun ini sangat tinggi. Bahkan sebelum acara dimulai, para pelamar telah lebih dulu mendaftarkan diri secara daring.

"Yang online kurang lebih sudah teregistrasi sekitar 2.500 pendaftar. Itu belum termasuk para pencari kerja yang datang langsung ke lokasi," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 22 perusahaan ikut berpartisipasi membuka stan rekrutmen. Total terdapat 5.449 lowongan kerja yang tersedia bagi para pelamar.

"Ada sebanyak 22 perusahaan ikut berpartisipasi membuka stan lowongan kerja. Tidak hanya itu, tersedia 5.449 loker yang siap menyerap tenaga kerja potensial. Sejauh ini pelamar masih didominasi dari wilayah tetangga seperti Kota Banjar dan Tasikmalaya," jelas Dase.

Tak hanya membuka penerimaan berkas, sejumlah perusahaan bahkan langsung menggelar proses seleksi di tempat. Salah satunya PT Nabati dari Majalengka yang membuka layanan walk-in interview selama dua hari pelaksanaan Job Fair.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads