Dana Belum Cair, Dapur MBG di Pangandaran Mulai Tutup Sementara

Dana Belum Cair, Dapur MBG di Pangandaran Mulai Tutup Sementara

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Kamis, 04 Jun 2026 13:30 WIB
SPPG Babakan 4 Pangandaran
SPPG Babakan 4 Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Nasib Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangandaran ada yang berhenti beroperasi sementara. Alasannya, karena terkendala biaya.

Dapur MBG yang berhenti beroperasi sementara yaitu SPPG Babakan 4. Pantauan detikJabar, tempat tersebut tertutup, mobil operasional terparkir di halaman dapur.

Lokasinya yang berada di samping jalan nasional itu sangat mencolok. Tidak ada aktivitas operasional apa pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilihat detikJabar dari surat khusus operasional sementara dapur. Laporan khusus pemberhentian sementara SPPG Babakan 4. Tercantum dalam surat bernomor 039/SPPG-Babakan 4/VI/2026.

Kegiatan operasional SPPG tersebut diberhentikan sementara terhitung sejak tanggal 4 Juni 2026. Alasan pemberhentian sementara dapur tersebut lantaran belum terealisasinya pencairan dana operasional dari BGN yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan SPPG.

ADVERTISEMENT

Koordinator Wilayah SPPG Pangandaran Gugun Wiguna membenarkan jika satu dapur dari 55 yang ada berhenti beroperasi sementara, lantaran pencairan dana dari pusat masih terkendala.

"Karena tidak boleh ada dana talang, lebih baik kalau memang uangnya belum cair lebih baik berhenti operasional sementara," kata Gugun kepada detikJabar, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, selain SPPG Babakan 4, potensi serupa juga terjadi di beberapa SPPG lain, bahkan mungkin semuanya. "Sementara ini, yang sudah berhenti operasional sementara satu, dua SPPG ada juga yang sudah mengajukan berhenti operasional sementara," katanya.

Ia mengatakan terkait nasib SPPG lainnya belum mendapatkan informasi secara keseluruhan. "Memang saya juga belum dapat informasi lebih lanjut seminggu kedepan dan seterusnya. Kita ikuti saja yang saat ini," ujarnya.

Terkait pengadaan barang, kata Gugun, pihaknya tidak mengetahui. "No coment. Cuman terkait yang ditanyakan sejauh ini, belum sampai soal kendaraan sepeda motor listrik, kaos kaki dan sebagainya," ucap dia.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads