Round Up

Teriakan Pria di Jembatan Cirahong yang Bikin Gempar

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 07:30 WIB
Jembatan Cirahong di Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Selasa (2/6/2026) siang, suasana penuh kepadatan di Jembatan Cirahong yang menjadi penghubung Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya pecah tiba-tiba. Seorang pria harus diselamatkan 10 orang warga setelah ditengarai mencoba untuk mengakhiri hidupnya.

Di tengah lalu lalang kendaraan, pria yang belakangan diketahui berinisial M (30) itu diduga hendak melompat dari atas jembatan. Dia turut berteriak-teriak sebelum bisa diselamatkan warga sekitar.

Bagaimana tidak, sebelum bisa diselamatkan, pria itu terlihat memegang pagar pembatas jembatan dan seperti diduga akan melompat. Alhasil, pengendara yang melintas buru-buru menyelamatkan pria itu dengan menarik bersama-sama ke tengah jalan.

Namun, upaya penyelamatan tak sesuai dengan harapan. Pria tersebut sempat meronta-ronta dengan tenaga besar hingga harus ditahan oleh sekitar 10 orang.

Bahkan ada seorang pedagang yang terkena tendangan pria itu di bagian dadanya. Setelah berhasil diringkus, warga kemudian berinisiatif mengikat kaki dan tangannya supaya tidak kabur.

Usai diselamatkan dan dibawa ke sisi Tasikmalaya, seorang perempuan paruh baya menghampiri dan memeluk pria itu. Video aksi heroik warga itu pun menyebar di aplikasi perpesanan whatsapp.

"Kejadiannya tadi jam 10 kurang sebelum kereta melintas. Sedang jualan dikasih tahu sama yang melintas di motor katanya ada seorang pria yang mau lompat, jadi saya sama mang Wawan langsung ke Jembatan," ujar Adila saat ditemui di lokasi.

Wawan, pedagang di Jembatan Cirahong yang turut membantu menyelamatkan pria diduga akan lompat di Jembatan Cirahong mengatakan, saat kejadian, di dekat pintu jembatan di wilayah Ciamis baru hanya ada dua pedagang. Namun di tengah jembatan sudah ada warga yang sedang melintas.

"Tadi pria itu gogorowokan (teriak) masuk ke Jembatan Cirahong, diduga akan lompat. Jadi ikut membantu menyelamatkan supaya tidak lompat, saya cari tali supaya tidak kabur," ucapnya.

Wawan pun turut memberi saran dan masukan supaya di bagian pinggir Jembatan Cirahong dipasang jaring. Tujuannya supaya tidak ada lagi orang yang melompat ke Jembatan Cirahong seperti sebelum-sebelumnya yang telah terjadi.

Sementara, berdasarkan keterangan polisi aksi pria bertubuh besar yang diduga hendak melompat dari jembatan penghubung Ciamis dan Tasikmalaya itu berhasil digagalkan. Pria inisial M (30) itu berhasil diselamatkan warga dan diamankan.

"Sudah diamankan, Alhamdulillah berhasil diselamatkan. Sekarang sedang kami ajak ngobrol dari hati ke hati," kata Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah.

Soni menjelaskan pria yang membuat heboh publik Tasikmalaya akibat aksi nekatnya itu, sehari-hari bekerja sebagai penjual cilok. Dia sudah berkeluarga, punya istri dan seorang anak. Pria inisial M itu tinggal di sekitar Kecamatan Manonjaya, lokasinya relatif dekat dengan jembatan ikonik tersebut.

"Motifnya masalah ekonomi, lalu dipicu oleh konsumsi alkohol," kata Soni.

Kronologi kejadiannya berawal sejak tadi malam, ketika M pulang ke rumah dalam keadaan mabuk berat. Di rumah dia terlibat pertengkaran dengan istrinya. Sehingga dia mengamuk, menghancurkan barang-barang hingga memecahkan kaca rumah.

"Tadi juga masih tercium bau minuman keras. Jadi tadi malam dia pulang ke rumah, mengamuk, barang di rumah dihancurkan, memecahkan kaca juga," kata Soni.

Kemudian sekitar jam 9 pagi tadi, dia pergi dari rumah sambil membawa sepeda motor menuju ke Jembatan Cirahong. Sampai di tengah jembatan dia berhenti dan turun dari sepeda motornya, lalu berjalan ke tepian jembatan. Beruntung gelagat buruk ini, segera diketahui oleh warga, sehingga langsung dicegah.

"Mungkin setelah dari rumah itu dia pusing, langsung mengendarai motor ke jembatan. Berhenti di tengah, sempat "hulang-huleng" (bengong/termenung) diduga mau lompat," kata Soni.

Sebagai langkah antisipasi dia mengaku akan semakin intensif melakukan patroli serta menggalang dukungan masyarakat agar meningkatkan kembali pengawasan di sekitar Jembatan ikonik peninggalan Belanda ini.

"Kemudian kami minta masyarakat setempat lebih proaktif, bila terlihat ada indikasi orang yang mau lompat segera cegah dan melapor kepada kami. Kami juga selalu rutin melakukan patroli di jam rawan. Kalau penjagaan secara terus-menerus, kami tentu butuh bantuan masyarakat, melalui kegiatan Siskamling," kata Soni.



Simak Video "Video: Ditangkap! Ini Tampang 3 Pelaku Pencurian Kabel Tower di Ciamis"

(ral/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork