6 Fakta Ikan Mati Massal di Karawang

6 Fakta Ikan Mati Massal di Karawang

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 03 Jun 2026 10:00 WIB
Ribuan ikan mati di irigasi Johar, Kabupaten Karawang
Ribuan ikan mati di irigasi Johar, Kabupaten Karawang. (Foto: Irvan Maulana/detikJabar)
Karawang -

Fenomena mengejutkan terjadi di perairan Tanggul Johar, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Ratusan hingga ribuan ekor ikan air tawar ditemukan mati mengambang pada Selasa (2/6/2026) pagi.

Peristiwa ini memicu dugaan kuat adanya pencemaran limbah. Berikut 6 fakta lengkap terkait insiden matinya ikan secara massal di Karawang yang dirangkum detikJabar, Selasa (2/6/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ratusan Ikan Mengambang di Tanggul Johar

Pemandangan ratusan ekor ikan air tawar, mulai dari jenis baung hingga tawes, yang mengambang tak bernyawa di sepanjang aliran air menjadi tontonan warga dan pengguna jalan.

Kondisi ini mendadak viral dan memicu desakan warga agar pemerintah segera melakukan uji sampel air.

ADVERTISEMENT

2. Tanda Kematian Terdeteksi Sejak Senin Malam

Seorang warga Johar, Rohendi (35), mengungkapkan bahwa tanda-tanda kejanggalan pada air dan ikan yang mulai mengapung sebenarnya sudah terlihat sejak malam sebelum penemuan massal tersebut.

"Kejadian ini dari tadi malam kita melihat ikan mulai mati dan sampai sekarang ini kita juga mengambil ikan yang mengapung. Tapi di sisi lain, kami bertanya-tanya kenapa ikan ini bisa mati? Apakah ada yang mencemari dari limbah ataupun apa, kita kan tidak tahu," ujar Rohendi.

"Mungkin yang lebih tahu adalah, pemerintah, saya harap segera ambil tindakan," tuturnya.

3. DLH Turun Tangan dan Amankan Sampel

Merespons kegaduhan tersebut, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang, Luky Matenra Dwiputra Romly, memastikan pihaknya langsung melakukan investigasi awal ke lapangan.

"Kejadian (kematian ribuan ikan) ini kita sudah terjun ke lokasi, sementara kita cek dengan parameter pH air tadi pagi itu normal di angka 6,0 tapi kita juga sudah amankan sampel air, dan ikan untuk uji lab lebih terperinci," kata Luky.

4. Diduga gegara Pembuangan Limbah Sistem 'Kencing'

Berdasarkan hasil penelusuran, titik awal kematian ikan di irigasi Tarum Utara Barat ini diduga bermuara dari wilayah Leuweung Seureuh. Kuat dugaan pencemaran tidak berasal dari pipa pabrik langsung, melainkan modus pembuangan liar.

"Ini diduga cemaran limbah industri, yang awalnya dari pintu air Leuweung Seureuh, tapi kemungkinan dibawa mobil, sistemnya kencing (dibuang dari tangki mobil), tidak langsung dari pabrik," ungkapnya.

5. Satgas Citarum Harum Buru Pelaku

Sebagai target utama penanganan kasus ini, DLH Karawang bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10 langsung bergerak memburu pihak tidak bertanggung jawab yang membuang limbah beracun tersebut.

"Kami bersama dengan Satgas Citarum Harum juga sedang berupaya mencari pelaku pembuang limbah tersebut, karena kemungkinan ini dibuang Senin (1/6) malam, atau Selasa dini hari, jika melihat dari sampel pH air yang sudah normal," tambah Luky.

6. Peringatan Keras Jangan Konsumsi Ikan

Di akhir keterangannya, Luky memberikan peringatan tegas demi keselamatan kesehatan masyarakat agar tidak tergiur mengonsumsi ikan-ikan yang mati mendadak tersebut.

"Kami juga mengimbau, kami sudah turun ke lapangan mengamankan ikan-ikan itu, kami minta masyarakat agar tidak mengkonsumsinya, sebab kemungkinan ikan itu tercemar zat berbahaya," pungkasnya.

(sya/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads