Hapus Identitas Muslim, Pemukim Israel Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa

Hapus Identitas Muslim, Pemukim Israel Kembali Serbu Masjid Al-Aqsa

Novi Christiastuti - detikJabar
Senin, 01 Jun 2026 16:30 WIB
Israeli security arrive as Muslim worshippers gather outside the Dome of the Rock at the Al-Aqsa Mosque compound for Friday noon prayers, in Jerusalems Old City on April 10, 2026. The Al-Aqsa Mosque was reopened to Muslim worshippers on April 9, 2026, following a 40-day closure since the US-Israel war with Iran began on February 28. Jerusalems Old City contains major holy sites for all three Abrahamic religions, which had been shuttered since the start of the war sparked by the US-Israeli attack on Iran. (Photo by AHMAD GHARABLI / AFP) /
Pasukan keamanan Israel dikerahkan di tengah-tengah umat Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa (Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Bandung -

Para pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Minggu (31/5) waktu setempat. Aksi ini dilakukan oleh para pemukim Yahudi di bawah perlindungan Kepolisian Israel, juga di tengah peringatan Palestina tentang rencana "Yahudisasi" kompleks suci umat Muslim tersebut.

Direktur Departemen Media pada Otoritas Yerusalem, Omar Rajoub, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (1/6/2026), mengatakan bahwa para pemukim Yahudi itu juga mengibarkan bendera Israel di halaman Masjid Al-Aqsa.

"Pengibaran bendera Israel di dalam halaman Masjid Al-Aqsa, bersamaan dengan melakukan ritual provokatif, adalah bagian dari kebijakan resmi Israel yang sistematis dan disengaja yang dipimpin oleh pemerintah pendudukan ekstremis," sebut Rajoub saat berbicara kepada Anadolu Agency.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Praktik-praktik ini bertujuan untuk memaksakan realitas baru di Yerusalem Timur yang diduduki dan merusak status quo historis dan legal di Masjid Al-Aqsa," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Rajoub memperingatkan bahwa "tindakan para pemukim di dalam Masjid Al-Aqsa adalah bagian dari rencana kolonial yang sedang berlangsung yang menargetkan pembagian spasial dan temporal masjid, Yahudisasi kota ini untuk menghapus identitas keagamaan dan historisnya, dan perubahan karakter hukum, budaya, dan demografisnya".

Lebih lanjut, Rajoub menyebut penyerbuan yang dilakukan para pemukim Israel di bawah perlindungan polisi itu merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional" dan "melukai perasaan warga Palestina serta jutaan umat Muslim di seluruh dunia"

Dia memperingatkan dampak dari pelanggaran tersebut, yang digambarkan sebagai "serius, berulang, dan tidak dapat diterima".

"Pemerintah Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas eskalasi berbahaya ini," sebut Rajoub dalam pernyataannya.

Dia juga menyerukan kepada "komunitas internasional dan semua negara untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan pelanggaran yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci di Yerusalem yang diduduki".

Ditekankan oleh Rajoub bahwa "seluruh area seluas 144 dunam di Masjid Al-Aqsa yang diberkahi adalah tempat ibadah khusus untuk umat Muslim".

Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads