Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung memasuki hari terakhir. Sejak dibuka pada 25 Mei kemarin, pelaksanaan SPMB diwarnai persoalan teknis yang menghambat proses registrasi calon siswa. Kondisi itu juga terjadi di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari turun langsung meninjau pelaksanaan SPMB Sekolah Maung di dua sekolah favorit tersebut pada Jumat (29/5/2026). Dari hasil peninjauan, ia menerima banyak laporan terkait sulitnya akses aplikasi selama masa pendaftaran berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat tadi tentunya ada beberapa hal terutama menyangkut aplikasi karena mungkin ini baru, aplikasinya dirancang terburu-buru sehingga tadi disampaikan aplikasinya ada beberapa kendala yang ini mengganggu proses pendaftaran," kata Zaini.
Menurutnya, persoalan teknis dalam sistem penerimaan siswa baru bukan pertama kali terjadi di Jawa Barat. Bedanya, kali ini bukan server yang lumpuh, melainkan sistem aplikasi yang belum siap sepenuhnya.
"Tentunya kalau kita melihat tahun ke belakang, ada kejadian server mati ya beberapa kali. Ini tidak mati tapi aplikasinya yang berkendala," ujarnya.
Zaini menilai persoalan tersebut harus menjadi evaluasi serius, terlebih program Sekolah Maung menjadi perhatian publik karena digadang-gadang sebagai jalur khusus siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat.
Ia menegaskan, kendala bukan berada di jaringan internet atau sistem komunikasi data milik Diskominfo, melainkan pada aplikasi yang disiapkan tim pengembang bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat.
"Ini kan sistemnya di aplikasinya yang buatan tim dan dinas. Kominfo mungkin pada jaringan tidak ada kendala, hanya aplikasinya," katanya.
Komisi V DPRD Jawa Barat pun berencana mengawal proses seleksi hingga pengumuman hasil pada 8 Juni mendatang. Dalam waktu dekat, DPRD juga akan kembali memanggil Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.
"Nanti kita harus kawal bareng-bareng pengumuman tanggal 8 Juni nanti dan beberapa hari ke depan akan dilakukan verifikasi dan tanggal 4 ada pleno di sekolah," ucap Zaini.
Ia memastikan pengawasan akan diperketat agar tidak muncul dugaan kecurangan dalam proses seleksi.
"Tentu kita nanti memanggil lagi Disdik untuk menyaksikan langsung yang terjadi di lapangan dan mungkin nanti tiap anggota Komisi V punya laporan masing-masing terkait sekolah maung ini. Nanti akan diinput apa yang perlu diselesaikan lagi," katanya.
Meski menemukan sejumlah persoalan teknis, Zaini tetap mengapresiasi konsep Sekolah Maung yang dianggap membuka ruang kompetisi bagi siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat untuk masuk sekolah unggulan seperti SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.
Namun, ia menilai pelaksanaan program terkesan dilakukan secara terburu-buru sehingga kesiapan sistem belum maksimal.
"Ya biasa suka sporadis, spontan dan ini kadang tingkat aplikasinya yang kurang siap. Kami paham betul kultur birokrasi yang ada, mau tidak mau namanya ketika gubernur menginginkan harus dilakukan terlepas apapun kondisinya sehingga terjemahannya kadang menjadi tidak pas," ungkapnya.
Meski demikian, Zaini berharap program Sekolah Maung terus diperbaiki agar pelaksanaannya ke depan lebih matang dan minim kendala.
"Tapi apresiasi tentunya mudah-mudahan bukan hanya sekarang tapi terus diperbaiki ke depannya," pungkasnya.
Simak Video "Video: Kemendikdasmen Belum Terima Aduan Kecurangan SPMB 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
