Ribuan Siswa Serbu SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung

Ribuan Siswa Serbu SPMB Sekolah Maung di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 29 Mei 2026 16:46 WIB
Ilustrasi SPMB 2026
Ilustrasi (Foto: Pavel Danilyuk/Pexels).
Bandung -

Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Maung membeludak di hari terakhir Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jumat (29/5/2026). Ribuan calon murid baru tercatat mendaftar ke SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung melalui jalur khusus yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.

Membeludaknya pendaftar menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk masuk sekolah negeri favorit tanpa terikat sistem zonasi seperti jalur reguler. Jalur prestasi rapor menjadi yang paling diminati, disusul jalur non-akademik seperti olahraga, tahfiz, seni hingga kepemimpinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, mengatakan jumlah pendaftar terus melonjak hingga hari terakhir pendaftaran.

"Ada 900 hampir 1.000 untuk jalur rapor saja, kalau digabung (dengan jalur lain) sudah lebih dari 1.000 pendaftar" kata Dadan saat ditemui di SMAN 5 Bandung, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

Padahal, kuota yang tersedia jauh lebih sedikit dibanding jumlah pendaftar, yakni 320 murid baru.

Dadan mengakui pelaksanaan SPMB Sekolah Maung sempat mengalami kendala teknis pada awal pendaftaran, terutama terkait aplikasi dan data Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Di hari pertama awal terkendali aplikasi, kedua TKA belum muncul baru di hari ketiga keempat baru ada pendaftar dan mulai banyak pendaftar di hari Kamis," katanya.

Meski mayoritas pendaftar berasal dari Kota Bandung, Dadan menyebut ada juga calon siswa dari luar daerah yang mencoba peruntungan melalui jalur tersebut.

"Ada beberapa cuma memang kebanyakan dari Kota Bandung," ucapnya.

Lonjakan serupa juga terjadi di SMAN 3 Bandung. Kepala SMAN 3 Bandung, Solihin, menyebut total pendaftar telah menembus angka seribu orang dengan dominasi jalur prestasi rapor.

"Secara umum ini sudah di atas 1.000 pendaftar dengan mayoritas pendaftar paling banyak ada di jalur prestasi rapor, itu hampir 800 lebih," kata Solihin.

Menurutnya, jalur non-akademik juga ramai peminat karena memiliki kategori yang cukup luas. "Yang kedua adalah prestasi non akademik, itu juga lumayan ramai karena variasinya lumayan banyak," ujarnya.

Solihin menjelaskan, jalur non-akademik mencakup berbagai bidang seperti olahraga, seni, tahfiz hingga kepemimpinan organisasi sekolah.

"Non-akademik ini lebih kepada olahraga mungkin kayak olahraga karena kan mungkin variasinya banyak ya, olahraga juga ada FS2N, FS3N, kemudian juga Tahfiz, kemudian juga ada jalur kepemimpinan ya kayak ketua OSIS dan Pratama," jelasnya.

SMAN 3 Bandung sendiri menyediakan total kuota 320 siswa untuk 10 kelas. Namun karena jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas, seluruh peserta akan diseleksi berdasarkan sistem peringkat.

"Kuotanya 320 ya untuk 10 kelas. Berarti 32 per kelas," katanya.

"Apabila melebihi kuota ada seleksi ya. Misalkan kuota nilai rapot itu kan ada 50% berarti 160. Ya, kita urutkan dari yang terbesar sampai dengan terkecil berarti kalau di atas 160 ya berarti tidak terseleksi, di rangking artinya," lanjut Solihin.

Ia menambahkan, peserta yang tidak lolos di jalur Sekolah Maung masih bisa kembali mengikuti seleksi di jalur SMA reguler sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bagi yang tidak terseleksi sesuai dengan regulasi bisa ikut ke yang jalur SMA reguler," ujarnya.

Untuk jalur non-akademik, proses seleksi dilakukan berdasarkan bobot prestasi dan nilai rapor. Sertifikat prestasi menjadi komponen utama penilaian.

"Jadi ada berdasarkan pada nilai dari sertifikat, itu ada tabelnya mulai dari internasional, nasional dan minimal provinsi. Jadi enggak bisa tingkat kabupaten, kota. Itu nilai bobotnya 60% ditambah dengan 40% dari nilai rapot. Tetap di ranking lagi akhirnya apabila melebihi kuota," katanya.

Pengumuman hasil seleksi SPMB Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026. "Pengumuman tanggal 8 Juni," kata Solihin.

Meski sempat muncul gangguan teknis pada aplikasi pendaftaran, Solihin menilai masyarakat kini sudah lebih terbiasa mengikuti sistem pendaftaran daring.

"Kalau kendala pada ke teknis ya mungkin ke aplikasi yang memang sering ada kendala. Kalau dari masyarakat sih relatif masyarakat umum karena sudah terbiasa di online ya mungkin tidak terkendala sih," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Cuma Punya 1 Siswa Baru di SPMB 2026"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads