SPMB Sekolah Maung, Pendaftaran di SMAN 5 Bandung Terkendala Sistem

SPMB Sekolah Maung, Pendaftaran di SMAN 5 Bandung Terkendala Sistem

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 13:12 WIB
SPMB di  SMAN 5 Bandung.
SPMB di SMAN 5 Bandung. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Hari kedua pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di Jawa Barat masih diwarnai kendala teknis. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, proses pendaftaran daring melalui laman resmi masih belum berjalan mulus.

Pantauan di SMAN 5 Bandung, Selasa (26/5/2026), puluhan orang tua bersama anak-anak mereka berdatangan sejak pagi. Namun, bukan untuk menyerahkan berkas atau memastikan nama masuk sistem, melainkan berkonsultasi dan mencari kepastian soal proses pendaftaran yang masih menemui hambatan.

Area layanan informasi sekolah tampak ramai. Orang tua membawa dokumen, bertanya soal jalur penerimaan, hingga meminta bantuan karena kesulitan mengakses sistem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Kepala SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani mengakui, sampai hari kedua pembukaan SPMB, kendala utama masih terjadi pada aplikasi pendaftaran.

ADVERTISEMENT

"Kalau yang mendaftar sebetulnya di aplikasi yang ke yang SMAN 5 itu belum ada ya karena pertama itu terkendala di aplikasi. Kadang-kadang pilihan sekolahnya enggak ada, kadang-kadang muncul, kadang-kadang enggak," ujar Dadan.

Menurutnya, gangguan juga muncul pada pilihan wilayah administrasi yang menjadi bagian dari proses pengisian data calon peserta didik.

"Terus juga pilihan kelurahan atau kecamatan kadang-kadang muncul atau enggak. Jadi memang pertama masih terkendala aplikasi ya, jadi orang tua kayaknya untuk hari pertama dan kedua masih belum ada yang submit," katanya.

Meski belum banyak pendaftar yang berhasil menyelesaikan proses secara daring, jumlah warga yang datang langsung ke sekolah cukup tinggi.

Dadan menyebut hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pengunjung yang tercatat di layanan informasi mencapai sekitar 80 orang.

"Terus untuk pemohon informasi atau yang datang ke bagian informasi itu hingga jam 10.00 tadi dari kemarin hingga sekarang itu kurang lebih di buku tamu tadi lihat di 80-an ya di sampai jam 10.00 ya," ucapnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pertanyaan yang diajukan orang tua berkaitan dengan strategi memilih jalur masuk.

"Pertama itu rata-rata pertimbangan jalur yang akan dimasuki," katanya.

Selain itu, banyak juga yang menanyakan ketentuan dokumen pendukung, terutama untuk jalur prestasi. Pertanyaan lain datang dari jalur kepemimpinan yang memiliki kriteria cukup spesifik.

"Yang kedua itu rata-rata bertanya mengenai sertifikat ya karena kalau untuk yang internasional harus ada kurasi. Terus yang kepemimpinan juga yang diakui itu kan hanya ketua OSIS sama ketua Pramuka ya," katanya.

Tidak sedikit pula yang datang hanya untuk meminta penjelasan soal kendala sistem yang belum stabil.

"Terus ada lagi yang bertanya yaitu seputar aplikasi ya yang masih belum sempurna," lanjutnya.

Meski konsep SPMB Sekolah Maung membuka peluang lebih luas tanpa pola zonasi seperti sebelumnya, hingga kini belum terlihat pergerakan pendaftar yang masuk ke sistem SMAN 5 Bandung. Namun minat dari luar Kota Bandung mulai terlihat.

"Betul. Jadi memang untuk sampai hari kedua ini karena untuk di daftar list yang masuk SMA 5 belum ada. Ya, tentunya kami belum tahu ya. Tapi yang nanya-nanya sudah ada yang dari Purwakarta sudah ada ya," ungkap Dadan.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMAN 5 Bandung menyiapkan total 320 kursi. "Untuk program ini sesuai arahan dinas itu maksimal 32 siswa, 10 kelas berarti 320 siswa untuk semua jalur ya," pungkasnya.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads