Infografis: Peralihan Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT Bandung Raya

Infografis: Peralihan Terminal Cicaheum Jadi Depo BRT Bandung Raya

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 29 Mei 2026 14:33 WIB
Suasana Terminal Cicaheum Kota Bandung
Infografis Terminal Cicaheum Bandung. (Foto: Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM)
Bandung -

Wajah transportasi di Kota Bandung mengalami perubahan signifikan seiring dimulainya proses penghentian aktivitas di Terminal Cicaheum. Seluruh layanan perjalanan untuk armada Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) kini secara resmi dialihkan ke Terminal Leuwipanjang.

Kebijakan ini diambil oleh pemerintah sebagai bagian dari proyek strategis pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya, di mana lahan Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan menjadi depo bus modern. Berikut ringkasannya yang dirangkum detikJabar, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Pelaksanaan dan Surat Edaran PO Bus

Proses pengalihan ini dilakukan secara bertahap dengan linimasa yang telah ditentukan oleh otoritas terminal.

  • Waktu Pelaksanaan: Aktivitas transportasi di Terminal Cicaheum secara resmi ditiadakan mulai Selasa, 26 Mei 2026.
  • Pemberitahuan Resmi: Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriyadi menyatakan pengurus Perusahaan Otobus (PO) telah menerima surat edaran sejak Senin, 25 Mei 2026.

"Jadi per hari ini, seluruh armada AKAP maupun AKDP, pelayanannya sudah dialihkan ke Leuwipanjang," ujar Asep saat dikonfirmasi mengenai status terminal.

ADVERTISEMENT

Mekanisme Transisi bagi Penumpang dan Armada

Meskipun layanan utama telah pindah, pihak terminal masih memberikan sejumlah kelonggaran teknis bagi penumpang yang terdampak masa transisi.

  • Dispensasi Tiket Online: PO bus masih diizinkan mengambil penumpang yang telah memesan tiket secara daring (online) di lokasi Terminal Cicaheum.
  • Prosedur Perjalanan: Armada bus diwajibkan masuk ke Terminal Leuwipanjang terlebih dahulu sebelum melakukan pengambilan penumpang sisa di Cicaheum.

"Cuma di sini kan ada sebagian penumpang yang belum tahu, yang sudah beli tiket. Jadi dari pihak ee armada juga, ke sini cuma mengambil, langsung berangkat lagi. Tapi tetap, semua armada masuk Terminal Leuwipanjang dulu," tutur Asep.

Suasana Terminal Cicaheum Kota BandungTerminal Cicaheum Kota Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)

Polemik Kompensasi Pedagang dan Keluhan Operasional

Kebijakan "suntik mati" Terminal Cicaheum ini tidak lepas dari dinamika sosial dan penolakan dari pihak-pihak yang terdampak secara ekonomi.

  • Isu Kompensasi: Sejumlah pedagang dan petugas tiket di Terminal Cicaheum mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai uang ganti rugi atau tempat usaha baru.
  • Suara Pekerja: Safrudin, seorang petugas tiket, menyampaikan kegelisahan para pedagang. "Nah pedagang itu belum dapet kejelasan soal kompensasinya. Makanya, kita mah belum mau pihak ke Leuwipanjang karena kebijakannya juga belum ada kejelasan," ucap Safrudin.
  • Beban Operasional: Sebagian warga menilai pengalihan ini menambah beban biaya bahan bakar karena bus tetap melewati area Cicaheum meski titik keberangkatan berpindah ke Leuwipanjang.

Harapan Penguraian Kemacetan di Wilayah Timur

Pemerintah berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat mendukung penuh proyek BRT ini demi perbaikan infrastruktur jangka panjang di Jawa Barat.

  • Target Utama: Pengalihfungsian Terminal Cicaheum menjadi depo diharapkan dapat mengurangi beban kemacetan di wilayah Bandung Timur.

"Jadi imbauan kami, karena Terminal Cicaheum ini mau dijadikan depo, kami minta dukungan penuh demi kebaikan kita semua. Dan mudah-mudahan dengan beralihnya nanti ke Terminal Leuwipanjang, itu bisa mengurangi kemacetan di wilayah Bandung," tutur Asep.

Proses peralihan ini menandai berakhirnya era Terminal Cicaheum sebagai titik pusat perjalanan menuju wilayah timur Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya, dan dimulainya babak baru integrasi transportasi publik di Bandung Raya.




(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads