Terminal Cicaheum Ditinggalkan, Bus AKAP-AKDP Penuhi Leuwipanjang

Terminal Cicaheum Ditinggalkan, Bus AKAP-AKDP Penuhi Leuwipanjang

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 28 Mei 2026 18:18 WIB
Terminal Leuwipanjang
Terminal Leuwipanjang (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Suasana Terminal Leuwipanjang kini semakin padat setelah puluhan bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mulai dipindahkan dari Terminal Cicaheum sejak 26 Mei 2026.

Pemindahan itu dilakukan menyusul rencana penutupan Terminal Cicaheum yang akan dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT).

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat mengatakan, saat ini sebagian besar armada sudah mulai beroperasi dari Leuwipanjang meski proses perpindahan masih berlangsung bertahap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bus yang masuk (Terminal Leuwipanjang) sudah ada 60 karena saat ini masih ada yang berangkat dari Terminal Cicaheum," ujar Asep, Kamis (28/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, jumlah tersebut baru sekitar 80 persen dari total armada yang akan dipindahkan. Masih ada sekitar 20 persen bus yang sementara ini tetap melayani penumpang dari Terminal Cicaheum.

"Dalam rangka Terminal Cicaheum rencana akan segera ditutup. Sebenarnya edaranya sudah tersosialisasi ke PO masing-masing, itu di tanggal 25 Mei 2026," katanya.

Asep menyebut sejumlah perusahaan otobus besar sudah lebih dulu masuk dan beroperasi di Terminal Leuwipanjang. Di antaranya PO Budiman dengan trayek Wonosobo, Pangandaran hingga Tasikmalaya, kemudian PO Gunung Harta jurusan Bandung-Bali.

"Kemudian PO Eka dan Sugeng Rahayu ke Surabaya, terus ada PO Kalingga ke Jawa. PO KYM, 27 Trans, dan Bandung Express, semuanya sudah pada masuk," ucap Asep.

Bus-bus tersebut nantinya langsung diarahkan menuju Jalan Tol Muhammad Toha sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Bali.

"Jadi, di sini tetap kita buka layanan biarpun masih ada yang sebagian atau sekitar 20 persen bus berangkat dari Terminal Cicaheum," katanya.

Antisipasi Terminal Penuh

Masuknya puluhan bus tambahan membuat aktivitas di Terminal Leuwipanjang jauh lebih sibuk dibanding biasanya. Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, pengelola terminal mulai menerapkan pengaturan ketat terhadap jadwal keberangkatan bus.

Asep mengatakan, pihaknya sudah menambah sarana dan prasarana sekaligus mengatur pola operasional armada yang baru dipindahkan dari Cicaheum.

"Kami siapkan jalur keberangkatan, kami atur headway. Jadi, bus yang belum waktunya berangkat tidak berdiam di Terminal Leuwipanjang," ujarnya.

Bus yang belum memasuki jadwal keberangkatan diminta tetap berada di pool masing-masing agar area terminal tidak dipenuhi kendaraan yang menunggu terlalu lama.

"Jadi, kami kendalikan bus-bus yang dari Cicaheum masuk ke sini agar tidak terjadi penumpukan di Terminal Leuwipanjang. Sebagian bus yang belum waktunya berangkat harus stay di Pool masing-masing," kata Asep.

Meski terjadi perubahan besar dalam layanan terminal, Asep memastikan para sopir dan perusahaan otobus sudah menerima kebijakan pemerintah tersebut.

"Kalau sopir bus sudah menerima, setiap PO juga sudah menerima. Jadi meski pengembang (depo BRT di Cicaheum) belum menutup. Tapi tetap kita menyediakan tempat untuk pemindahan dari Cicaheum dan saat ini 80 persen bus sudah masuk," ucapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bersantai di Atas Floaties Kolam Hotel Rancamaya, Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads