Nasib pilu dialami empat warga Kabupaten Bandung Barat yang diduga jadi korban penipuan lowongan pekerjaan (loker). Alih-alih bekerja dan dapat gaji, sudah setahun mereka justru terlunta-lunta di Tanah Papua.
Empat orang yang masih satu keluarga asal Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan, Bandung Barat itu meminta bantuan pemerintah agar bisa dipulangkan dari Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Dewi Andani, mengatakan sekeluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak itu dijanjikan lowongan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi awalnya sekeluarga ini ada yang menawari kerja di perkebunan sawit, mereka dibawa dulu ke Kalimantan. Kemudian dijanjikan kerja di Sorong, makanya mereka dibawa kesana," kata Dewi saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Setibanya di Sorong, nasib mereka tak juga berubah. Usut punya usut, pihak yang menawari mereka bekerja ternyata perusahaan ilegal. Sampai akhirnya mereka terlunta-lunta di Sorong tanpa bekerja apapun.
"Ya mungkin sempat bekerja serabutan buat bertahan hidup. Akhirnya karena nasibnya enggak jelas juga, ditampung di dinas sosial di Sorong dan dipindahkan ke sebuah yayasan," kata Dewi.
Setelah itu, Dinas Ketenagakerjaan Bandung Barat disurati terkait permohonan pemulangan sekeluarga tersebut. Pihaknya lalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) KBB hingga aparat kewilayahan setempat.
"Awalnya surat masuk ke Dinas Sosial KBB, lalu dikoordinasikan ke kami di Disnakertrans. Insyaallah sudah difasilitasi untuk kepulangannya, besok diperkirakan sampai di Jakarta," kata Dewi.
Pihaknya mengingatkan warga Bandung Barat agar selektif dalam menerima tawaran pekerjaan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu demi mencegah potensi penipuan berujung terlantar di daerah dan negara orang.
"Jangan tergiur dengan lowongan pekerjaan yang menawarkan gaji besar namun syarat mudah. Tentunya perlu diwaspadai sebagai penipuan, jangan tergiur juga bekerja ke negara lain melalui agen ilegal," kata Dewi.
(yum/yum)
