Secangkir kopi menemani Misbah yang sedang menunggu bus di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Sembari menjelajahi beranda TikTok di ponselnya, ia menanti bus yang akan membawanya menuju salah satu kota di Jawa Timur.
Misbah, pria berusia 32 tahun itu, hendak melakukan perjalanan menuju Surabaya. Di Kota Pahlawan, pria asal Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu bekerja sebagai penjual buah.
Tak hanya memainkan ponsel, Misbah juga sesekali berbincang dengan penumpang lainnya sembari meneguk kopi hitam dari gelas plastiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka membicarakan hal-hal ringan, seperti menanyakan kabar dan tujuan perjalanan masing-masing.
detikJabar berkesempatan berbincang dengan Misbah. Dia mengatakan, setiap Lebaran, baik itu Idul Fitri atau Idul Adha, dia kerap pulang kampung.
Saat disinggung terkait alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi Depo Bus Rapid Transit (BRT), Misbah mengaku belum mengetahui hal tersebut. Padahal, setiap ke Surabaya atau balik ke Cianjur, dia selalu menggunakan Terminal Cicaheum.
"Belum tahu. Saya mau ke Surabaya, sudah sering, sejak tahun 2006. Kerja di Surabaya, rumah di Cianjur, di Ciranjang," kata Misbah, Jumat (29/5/2026).
Misbah mengatakan, untuk sampai ke Surabaya, dia harus dua kali naik angkutan, yakni dari Cianjur ke Bandung, lalu menyambung bus dari Terminal Cicaheum.
"Ongkos dari Bandung ke Surabaya Rp300 ribu," ujar Misbah.
Meski sudah hampir 20 tahun pulang-pergi ke Surabaya menggunakan bus di terminal tersebut, Misbah mengaku tak mempermasalahkan pemindahan operasional bus ke Terminal Leuwipanjang.
Misbah tak mempermasalahkan hal itu, asalkan fasilitas di Terminal Leuwipanjang nyaman bagi para penumpang. "Nggak apa-apa. Asal fasilitasnya saja enak," ucapnya.
Misbah mencontohkan kondisi toilet di Terminal Cicaheum yang mengkhawatirkan serta tempat duduk tunggu yang berdesakan. Apalagi jika penumpang sedang menumpuk, terkadang ada yang terpaksa duduk di teras atau berdiri.
Sama halnya dengan Misbah, Yunan (26), warga Bandung yang hendak melakukan perjalanan ke Surabaya, juga tak mempermasalahkan pemindahan lokasi terminal.
"Kalau lebih nyaman nggak masalah, jangan sampai dipindah ke sana malah buat kita gak nyaman. Asal pemerintah menjamin itu," ujar warga Kiaracondong itu.
Pria yang berprofesi sebagai penjual bunga itu menyebutkan bahwa dirinya sudah hampir tiga tahun bolak-balik Bandung-Surabaya. Di momen Lebaran, Yunan kerap pulang ke rumah orang tuanya.
Berbeda dengan Misbah, Yunan ternyata sudah mengetahui rencana pemindahan operasional bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang.
"Lebaran aja sih pulang mah, sebenarnya udah nyaman di sini karena dekat dari rumah," ujarnya.
Menurut Yunan, jika naik dari Terminal Leuwipanjang, bus akan lebih cepat masuk ke jalan tol. "Kalau di sini kan harus lewat alteri dulu, jadi suka kena macet dulu," ujarnya.
"Pokonya yang terbaik aja mau dipindah kemana-mana juga, asal sama-sama nyaman," pungkasnya.
(wip/orb)
