Nama Prihantini mendadak viral di dunia riset Indonesia. Bukan karena hasil risetnya, Prihantini ramai diperbincangkan karena dugaan skandal pemalsuan riset ilmiah pada konferensi kesehatan internasional ISPPD-14 (International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases) yang diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark.
Prihantini diketahui merupakan alumni Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020 dan telah lulus pada tahun 2022.
Menyikapi kejadian ini, ITB menyampaikan keprihatinan atas sorotan dan perbincangan publik terhadap tindakan Prihantini, yang diduga melakukan fraud atau manipulasi riset dalam sebuah konferensi internasional.
Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, mengatakan bahwa materi yang dipresentasikan Prihantini dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB. Adapun tesis Prihantini saat menempuh studi Magister di ITB berjudul "Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring".
"ITB menyatakan sikap bahwa tindakan Saudari Prihatini tersebut merupakan tindakan hukum sebagai seorang individu. Dengan demikian jika terdapat proses hukum atas tindakan tersebut, maka ITB sangat menghormati upaya hukum dimaksud," kata Aep dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
"ITB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya akademik, khususnya di ranah penelitian yang berintegritas dan bertanggung jawab," tegasnya.
Simak Video "Video: Ada 'Paus Raksasa' Terdampar di Pasar Seni ITB"
(wip/mso)