Pelaksanaan ibadah kurban di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, diwarnai kejadian tidak terduga. Seekor sapi kurban berukuran besar dilaporkan mengamuk dan melarikan diri ke area hutan dan semak belukar pada Selasa (26/5/2026) sore.
Setelah melewati proses pencarian semalaman, sapi yang minggat tersebut akhirnya ditemukan warga keesokan paginya di area sungai berarus deras dan terpaksa langsung disembelih di lokasi penemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sejumlah video amatir yang beredar, upaya evakuasi sapi kurban tersebut berlangsung dengan penuh perjuangan. Pencarian pertama dilakukan malam hari, sejumlah warga dan panitia kurban menyusuri area hutan yang minim penerangan.
Berbekal cahaya senter, mereka harus membuka jalan menembus rerumputan liar dan semak belukar yang tingginya mencapai dada orang dewasa.
Suasana pencarian tergambar cukup melelahkan, terdengar keluhan sekaligus penyemangat dari perekam video., "Sapi belum ketemu guys... berjuang kita guys," ucap pria dalam video.
Pencarian yang sempat dihentikan itu membuahkan hasil pada Rabu pagi tadi. Video lanjutan memperlihatkan sapi yang kabur tersebut bersembunyi di balik semak-semak lebat yang berada tepat di tebing bibir Sungai Citarik.
Proses penangkapan berjalan dramatis mengingat sapi berada di seberang aliran sungai yang berbatu dan berarus sangat deras. Warga harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai. Tampak beberapa pria turun ke air menggunakan tongkat bambu untuk menahan derasnya hantaman arus.
Warga yang berada di daratan terus memberikan peringatan agar berhati-hati, "Kade cai na gede... Kade tuyun-tuyun."
Selain itu, warga juga saling bahu-membahu mencoba menjerat sapi menggunakan tali tambang dari kejauhan dengan meneriakkan instruksi, "Alungan tambang! Alungan! (Lemparkan tambang)".
Mengingat kondisi medan yang ekstrem, warga memutuskan untuk tidak mengevakuasi sapi secara hidup-hidup ke permukiman. Setelah berhasil ditarik ke hamparan rumput di pinggir sungai, sapi kurban tersebut langsung dieksekusi atau disembelih di tempat.
Pada akhir video, terlihat puluhan warga beristirahat di pinggiran sungai sambil memotong-motong daging sapi yang telah disembelih.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Mekarjaya, Soleh Komarudin, mengonfirmasi kebenaran insiden sapi lepas di wilayahnya. Ia membenarkan kejadian bermula pada Selasa sore saat panitia hendak menurunkan hewan kurban tersebut.
"Oh, iya kemarin kejadiannya," ujar Soleh saat dimintai keterangan. "Kejadiannya jam 17.00 WIB. Jadi pas mau diturunin dia langsung ngamuk dan kabur gitu lepas dari tambangnya," ungkap Soleh melanjutkan.
Soleh menyebut bahwa sapi tersebut berlari menjauhi lokasi pemotongan menuju area yang dipenuhi pepohonan. "Ah, ke semak-semak gitu di perkampungan sih," paparnya.
Lebih lanjut, Soleh menguraikan bahwa proses pencarian tidak bisa diselesaikan dalam satu waktu. Warga sempat mencari hingga malam, lalu melanjutkannya keesokan paginya setelah menunaikan ibadah salat Id.
"Pencariannya dari kemarin jam 17.00 WIB sampai jam 21.00 WIB malam,. Dilanjut tadi setelah salat Idul Adha, sampai jam 9. Jadi ketemu jam 9," ujarnya.
Terkait identitas sapi, Kades Mekarjaya itu menjelaskan bahwa hewan kurban tersebut merupakan sumbangan yang ditujukan untuk sebuah pondok pesantren di desa tersebut.
"Itu dari Depok, dari donatur itu, kurban di sini di Al-Kamilah 2 gitu," ungkapnya.
Soleh juga membenarkan bahwa video penangkapan di sungai berarus deras itu adalah sapi milik pesantren, dan panitia memang memutuskan untuk langsung menyembelihnya di pinggir sungai karena situasi darurat.
"Iya, iya yang di sungai itu. Iya yang di sungai itu. Terus yang itu dipotong di tempat," jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, Soleh menegaskan bahwa secara keseluruhan terdapat dua ekor sapi kurban untuk yayasan tersebut. Satu sapi lainnya dilaporkan aman dan belum disembelih. "Semuanya ini 2. Yang ini belum dipotong yang ada," tutupnya.
