Hari Arafah merupakan salah satu hari istimewa dalam Islam yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini termasuk bagian dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang dikenal memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Bahkan, bulan Dzulhijjah sendiri termasuk dalam empat bulan suci atau "Asyhurul Hurum" yang dimuliakan dalam Islam. Keutamaan amal saleh pada hari-hari awal Dzulhijjah juga disebut lebih utama dibandingkan jihad fi sabilillah, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari.
Apa saja keistimewaan Hari Arafah dan amalan apa saja yang bisa dilakukan umat Muslim untuk meraih keutamaannya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!
Kapan Hari Arafah 1447 H/2026?
Hari Arafah diperingati setiap tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Pemerintah telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan penetapan tersebut, maka Hari Arafah 1447 H bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Sementara Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Hari Arafah menjadi salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Banyak umat Muslim memanfaatkan hari tersebut untuk berpuasa sunnah, memperbanyak doa, serta melakukan berbagai amal saleh lainnya.
Keutamaan Hari Arafah
1. Banyak Manusia Dibebaskan dari Api Neraka
Salah satu keutamaan terbesar Hari Arafah adalah banyaknya hamba yang dibebaskan Allah SWT dari api neraka. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidak ada hari yang lebih banyak digunakan Allah untuk membebaskan manusia dari neraka selain Hari Arafah.
Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟
"Tidak ada hari di mana Allâh Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?" (HR. Muslim no. 1348)
Hadis tersebut menunjukkan betapa besar rahmat dan ampunan Allah SWT pada Hari Arafah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak taubat, doa, dan ibadah di hari yang penuh kemuliaan ini.
2. Dosa Dua Tahun Diampuni
Keutamaan lain dari Hari Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun bagi orang yang menjalankan puasa Arafah. Hal ini dijelaskan dalam hadis dari Abu Qotadah.
Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR. Muslim no. 1162).
Keutamaan ini menjadi alasan mengapa puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
3. Hari Perayaan Umat Muslim
Hari Arafah juga termasuk hari raya atau hari besar bagi umat Islam. Hal tersebut pernah dijelaskan oleh Umar bin Khattab dan Ibnu Abbas.
Ibnu 'Abbas berkata, "Surat Al Maidah ayat 3 tadi turun pada dua hari 'ied: hari Jum'at dan hari Arafah."
Sementara itu, Umar berkata, "Keduanya (hari Jum'at dan hari Arafah) -alhamdulillah- hari raya bagi kami."
Meski demikian, Hari Arafah menjadi hari raya khusus bagi jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah. Sedangkan umat Muslim yang tidak berhaji tetap dianjurkan menjalankan puasa Arafah menurut jumhur ulama.
4. Hari Wukuf di Arafah
Keutamaan Hari Arafah juga berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji. Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan. Bahkan, ibadah haji dianggap tidak sah apabila tidak melaksanakan wukuf.
Karena itu, Hari Arafah menjadi salah satu hari paling penting dalam rangkaian ibadah haji sekaligus memiliki nilai spiritual yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia.
Amalan yang Bisa Dilakukan di Hari Arafah
1. Melaksanakan Puasa Arafah
Salah satu amalan paling utama pada Hari Arafah adalah menjalankan puasa sunnah Arafah bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji.
Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan waktu jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Keutamaan puasa Arafah sangat besar karena menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
"Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu". (HR. Imam Muslim)
2. Memperbanyak Doa
Hari Arafah juga dikenal sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak permohonan kepada Allah SWT, baik untuk urusan dunia maupun akhirat.
Segala harapan, cita-cita, serta doa kebaikan dianjurkan dipanjatkan pada Hari Arafah karena termasuk waktu yang penuh keberkahan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
"Sebaik-baik do'a adalah do'a pada hari Arafah". (HR. Imam Tirmidzi)
3. Memperbanyak Zikir
Amalan lain yang dianjurkan saat Hari Arafah adalah memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur'an. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istighfar.
Salah satu zikir yang sangat dianjurkan dibaca pada Hari Arafah ialah:
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syaiin qadir.
Dzikir tersebut menjadi bentuk penguatan tauhid kepada Allah SWT dan termasuk bacaan yang paling utama.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: "Sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syaiin qadir". (HR Imam Tirmidzi)
4. Melakukan Infaq dan Amal Salih
Hari Arafah juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, infaq, serta berbagai amal saleh lainnya. Sebab, Hari Arafah termasuk bagian dari 10 hari pertama Dzulhijjah yang sangat dicintai Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amal saleh pada hari-hari tersebut memiliki keutamaan luar biasa, bahkan lebih besar dibandingkan jihad fi sabilillah.
Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah Saw bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ ». فقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: "وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ".
"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada hari-hari yang sepuluh ini". Para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad di jalan Allâh ? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Tidak juga jihad di jalan Allâh, kecuali orang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatupun" (HR al-Bukhari).
Demikian ulasan mengenai keistimewaan Hari Arafah beserta sejumlah amalan sunnah yang bisa dilakukan guna meraih pahala, lengkap dengan dalil yang menyertainya. Semoga bermanfaat!
Simak Video "Video: Menhaj Tegaskan Disiplin Jadi Fondasi Tugas Petugas Haji"
(mso/mso)