Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (20/5/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Garut hari ini heboh dengan aksi oknum polisi yang dikabarkan mengamuk dan mencari anggota DPR RI, aksi itu kemudian viral di media sosial. Selain itu ada juga kabar tentang penangkapan pelaku pembuangan bayi dalam karung di Cianjur. Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini:
Oknum Polisi Bersenjata Ngamuk Cari Anggota DPR RI
Seorang pria yang diduga mabuk, mengamuk dan menyerang lapak pedagang di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Garut. Pria tersebut diduga merupakan oknum anggota Polri. Kejadian ini berlangsung di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, yang berlokasi di Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, pada Selasa, (19/5) sore kemarin.
Kejadiannya menjadi perbincangan publik setelah direkam oleh sejumlah masyarakat, dan disebarkan melalui media sosial sejak Selasa, malam kemarin. Seperti dilihat detikJabar, Rabu (20/5/2026) pagi dalam video berdurasi lebih dari 2 menit tersebut merekam aksi seorang pria berkaus abu-abu tengah membawa senjata tajam jenis samurai dan pistol
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria ini terlihat sempoyongan sambil mencak-mencak, sembari mengeluarkan kata-kata kasar dan menodongkan samurai tersebut. Tak lama berselang, sejumlah warga yang berada di lokasi berhasil melumpuhkannya. Pria itu jadi sasaran amukan massa, sebelum akhirnya diamankan oleh sejumlah anggota Polsek Tarogong Kaler yang datang ke lokasi.
Dezan (27), salah seorang pedagang yang menyaksikan kejadian itu bercerita, peristiwa ini berlangsung sekitar jam 17.00 WIB. "Enggak tau apa masalahnya, tiba-tiba datang dan mengamuk," ujar Dezan.
Suasana menjadi mencekam saat lelaki yang turun dari mobil tersebut mencabut samurai dan mengacungkannya kepada warga di sana. Menurut Dezan, pria tersebut sempat merusak tenda pedagang dan pintu sebuah warung yang ada di TKP. "Ada tenda pedagang yang dirusak," katanya.
Wilma, pedagang lainnya yang ada di Jalan Letjen Ibrahim Adjie menjelaskan, saat kejadian itu, tenda jualan es teler milik kakak iparnya yang menjadi korban. "Kakak saya sempat hampir kena bacok. Tapi beruntung tidak kena," ujar wanita berumur 30 tahun tersebut.
Wilma menjelaskan pria itu datang membawa senjata tajam dan pistol. Pernyataan Wilma tersebut diperkuat dengan rekaman video amatir lainnya, yang merekam kejadian tersebut.
Seperti dilihat detikJabar, dalam video tersebut, setelah lelaki tersebut tumbang dihajar massa, seseorang mencabut pistol yang masih terbungkus dalam sarungnya, dari pinggang pria tersebut.
Terkait kejadian ini, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengaku akan melakukan penelusuran. Sementara Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan kejadian tersebut. Menurut Yugi, saat ini yang bersangkutan sedang diobati. "Karena ada luka. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan," ucap Yugi kepada detikJabar.
Informasi kemudian bergulir, diketahui pria tersebut melakukan aksinya kondisi mabuk dan mencari keberadaan Anggota DPR RI Ade Ginanjar. Menurut keterangan sejumlah pedagang di lokasi, pria tersebut datang menggunakan mobil dan langsung turun sambil membawa samurai setibanya di lokasi.
Di sana, pria tersebut mencari-cari pria bernama Ade Ginanjar, seorang anggota DPR RI dari Partai Golkar yang kebetulan memiliki tempat tinggal di sekitar TKP. "Iya kan ada di video juga, nyari-nyari Pak Haji (Ade Ginanjar)," ungkap Wilma (30), pedagang setempat.
Setelah merusak sejumlah tenda dan lapak dagang milik warga, pria itu diketahui sempat berupaya masuk ke bagian belakang rumah Ade Ginanjar. Di sana, pelaku sempat melakukan perusakan terhadap bagian atap bangunan kecil (sasaungan) yang ada di rumah tersebut menggunakan samurai, sebelum akhirnya dilerai warga.
Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menjelaskan saat ini pelaku sedang dalam penanganan medis karena mengalami sejumlah luka setelah kejadian tersebut. "Karena ada luka. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan," kata Yugi.
Menurut informasi yang dihimpun detikJabar, pelaku diketahui merupakan anggota Polri dari Polda Jawa Barat. Sementara itu, anggota DPR-RI Ade Ginanjar buka suara terkait teror tersebut. Menurut Ade, dirinya mengetahui oknum polisi yang melakukan aksi teror tersebut.
"Dulu iya (polisi), tapi sekarang saya tidak tahu sebagai apa sekarang dia. Saya sama orang itu cuman tahu saja. Tidak pernah mau kenal dan tidak pernah diterima kalau mau ketemu saya," ungkap Ade kepada detikJabar via WA, Rabu (20/5/2026).
Ade mengatakan, lelaki tersebut diketahui berinisial F. Dia merupakan warga Garut selatan, yang selama ini menjadi daerah pemilihan Ade. Menurut Ade, pria tersebut kerap berbuat onar di Garut selatan. "Orang tukang mabuk, memang sudah banyak bikin resah masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk. Masyarakat sudah tahu," katanya.
Saat kejadian berlangsung, Ade Ginanjar sendiri mengaku tidak ada di lokasi. Sebab, Ade menyebut jika rumah tersebut sudah jarang ditinggalinya. "Saya enggak tinggal di sana. Itu rumah kosong, saya di Dapil," pungkas Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
Pembuang Bayi dalam Karung di Cianjur Ditangkap
Polisi meringkus RA (20), perempuan muda yang tega membuang bayi dalam karung ke sungai Kecamatan Cilaku, Cianjur. Terungkap jika tindakannya itu dilandaskan pada rasa malu, sebab bayi yang dilahirkan di dapur rumahnya tersebut hasil hubungan gelap.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengatakan setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengantongi identitas dari pelaku pembuangan yang sekaligus ibu dari bayi malang ditemukan terbungkus karung di Kecamatan Cilaku.
"Begitu identitasnya didapat, kami langsung mengamankan RA di rumahnya. Lokasi rumah ke lokasi pembuangan sekitar 1 kilometer," kata dia, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, dari hasil pemeriksaan terungkap jika RA membuang bayi tersebut sesaat setelah dilahirkan. Bahkan diketahui jika RA melahirkan bayinya sendirian tanpa bantuan tenaga medis atau orang lain. "Dia melahirkan sendiri bayinya. Kemudian bayi tersebut dimasukkan dalam karung dan akhirnya dibuang," kata dia.
Alexander menyebut, pelaku tega membuang bayi yang baru dilahirkannya lantaran malu dan khawatir diketahui keluarganya. "Jadi bayi tersebut hasil dari hubungan di luar dengan seorang pria yang dikenalnya dari media sosial. Karena malu dan takut diketahui keluarga, jadi pelaku membuang bayinya," kata dia.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Ameli Putra mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk memastikan apakah ada peran orang lain dari kasus pembuangan bayi tersebut. "Kami masih dalami, termasuk cari tahu siapakah ayah dari bayi malang tersebut," kata dia.
Atas perbuatannya, RA dijerat dengan pasal 305 dan 308 KUHP lantaran telah meninggalkan atau membuang bayinya. Pelaku kini terancam hukuman kurungan penjara. "Pelaku terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun 6 bulan," pungkasnya.
Rencana Rute Konvoi Juara Persib Bandung
Persib Bandung memang belum resmi memastikan gelar juara Super League 2025/2026. Namun manajemen sudah menyiapkan secara detail rute konvoi juara jika Persib mampu mengalahkan atau minimal menahan imbang Persijap Jepara di laga terakhir musim ini.
Rute konvoi disiapkan melintasi sejumlah jalan utama sekaligus titik bersejarah di Kota Bandung. Bahkan, prosesi pengangkatan trofi juara direncanakan dilakukan di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Jalan Asia Afrika.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengatakan titik awal konvoi akan dimulai dari area parkir barat Gedung Sate. "Gedung Sate itu di (parkir) barat. Titik startnya di sana, parkir barat," kata Adhitia.
Dari Gedung Sate, rombongan konvoi akan bergerak menuju Jalan Banda, kemudian masuk ke Jalan Riau sebelum melintas ke Jalan Merdeka. "Jadi dari sana rutenya adalah ke Jalan Banda, belok kanan ke Jalan Riau, belok kiri ke Jalan Merdeka ke bawah, belok kanan ke Jalan Perintis Kemerdekaan, enggak lurus karena ada rel kereta api," ujarnya.
Rombongan Persib kemudian diarahkan melewati kawasan Viaduct sebelum menuju Jalan Lembong dan titik nol Kota Bandung di Jalan Asia Afrika. "Jadi kita ngelawan arah ke Perintis Kemerdekaan, lewat kolong jembatan Viaduct, belok kiri ke Lembong, nah di situ ada patung sepak bola, belok kanan ke Jalan Veteran, berhenti di Asia Afrika di titik nol," jelasnya.
Puncak perayaan juara nantinya akan berlangsung di depan Gedung Merdeka. Para pemain Persib direncanakan turun dari kendaraan konvoi untuk melakukan prosesi pengangkatan trofi di atas JPO Asia Afrika. "Belok kanan Asia Afrika terus jalan sampai nanti Gedung Merdeka ada JPO, nanti pemain turun di situ naik ke JPO, angkat piala di JPO," ungkap Adhitia.
Setelah prosesi pengangkatan trofi selesai, skuad Persib akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pendopo Kota Bandung yang jadi titik akhir konvoi. "Turun, finish jalan kaki mereka 200 meter lah jalan kaki ke Pendopo Bandung," katanya.
