Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda depresi atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan kesehatan mental, psikolog, atau hotline darurat terdekat untuk mendapatkan bantuan profesional.
Warga Kampung Ciawitali, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan seorang perempuan muda berinisial E (22) yang terkapar tak sadarkan diri pada Minggu (17/5/2026). Korban diduga melakukan percobaan mengakhiri hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara. Berikut 4 fakta lengkap insiden tersebut yang dirangkum detikJabar, Senin (18/5/2026):
1. Sempat Dilaporkan Meninggal Dunia
Penemuan tubuh korban yang terkapar tak berdaya awalnya memicu kepanikan warga. Korban bahkan sempat dikira sudah tidak bernyawa saat pertama kali ditemukan, sebelum akhirnya diperiksa oleh petugas yang datang ke lokasi.
Kapolsek Kalapanunggal, Iptu Aah Saepulrohman, membenarkan laporan tersebut.
"Jadi itu awal mulanya berdasarkan laporan dari masyarakat. Awalnya dilaporkan meninggal dunia. Namun, setelah dicek oleh anggota bersama orang Puskesmas, ternyata korban masih hidup," kata Aah saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
2. Ditemukan Pisau dan Luka Serius di Tangan
Saat melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian (TKP), petugas mendapati sejumlah petunjuk, termasuk sebilah pisau yang berada tak jauh dari tubuh korban.
"Masih hidup, tapi memang di situ ada pisau. Pergelangan tangan kirinya memang luka. Lukanya cukup serius," jelasnya.
3. Sempat Menginap dan Curhat Masalah Keluarga
Berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi, yakni pemilik warung, korban diketahui sudah berada di kawasan tersebut selama dua hari sebelum kejadian. Korban juga dilaporkan sempat meluapkan isi hatinya.
"Kalau dari keterangan pemilik warung, korban ini sempat menginap dua hari dua malam. Sempat curhat juga terkait masalah keluarganya," ungkap Aah.
4. Dievakuasi ke RSUD Sekarwangi
Karena denyut nadinya masih berdetak, korban yang dalam kondisi pingsan langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Mengingat lukanya yang cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih memadai.
"Saat ditinggali (dilihat) napasnya masih ada, denyut nadinya masih ada, langsung dievakuasi. Sempat diperiksa di klinik Puskesmas, tapi karena dokter di sini tidak sanggup dan korban membutuhkan perawatan lanjutan, akhirnya langsung dirujuk ke RSUD Sekarwangi," pungkas Aah.
(sya/sud)
