Reaksi Unpad Usai Mahasiswinya Dilindas Pemotor di Gang Sempit

Reaksi Unpad Usai Mahasiswinya Dilindas Pemotor di Gang Sempit

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 15 Mei 2026 15:03 WIB
Momen saat pemotor kejar mahasiswi Unpad di gang sempit Jatinangor, Sumedang
Momen saat pemotor kejar mahasiswi Unpad di gang sempit Jatinangor, Sumedang. (Foto: istimewa/tangkapan layar)
Sumedang -

Kasus dugaan tindak kriminal yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial GC viral di media sosial setelah rekaman CCTV kejadian tersebut beredar luas. Peristiwa itu terjadi di sebuah gang kecil di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa (12/5) malam.

Humas Unpad Dandi Supriadi membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa Unpad. Kepastian itu diperoleh setelah pihak kampus melakukan penelusuran melalui Direktur Kemahasiswaan Inu Isnaeni bersama tim K3L yang berkoordinasi dengan Polsek Jatinangor.

"Korban mengaku ditodong di sebuah gang usai membeli makan. Ia mengalami luka lecet pada lutut dan sikut karena terjatuh, dan berobat di Puskesmas Jatinangor. Tidak ada barang yang hilang, namun korban memang sempat terlindas oleh motor pelaku yang hendak kabur saat korban mencoba menghindar dan tersandung hingga terjatuh," kata Dandi kepada detikJabar, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dandi menjelaskan, meski korban tidak langsung membuat laporan resmi ke pihak kampus, Unpad tetap bergerak cepat memberikan pendampingan setelah mengetahui informasi tersebut beredar di media sosial. Pihak kampus juga telah berkoordinasi dengan program studi terkait untuk memastikan kondisi korban.

ADVERTISEMENT

"Hasil pemantauan pihak Prodi dan Dir Kemahasiswaan Unpad, alhamdulillaah korban dalam kondisi baik, tidak ada trauma, masih aktif chat dan telepon. Saat ini masih tinggal bersama teman-temannya di area kos," ujarnya.

Selain memastikan kondisi psikologis korban, Unpad juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatannya. Kampus khawatir terdapat luka dalam akibat korban sempat terlindas sepeda motor pelaku saat kejadian berlangsung.

"Yang bersangkutan memiliki BPJS sebagai mahasiswa Unpad dengan faskes 1 Klinik Unpad. Unpad akan terus memantau yang bersangkutan dan akan cek up ke klinik, karena pada dasarnya Unpad khawatir ada luka dalam efek karena terlindas motor pelaku. Unpad akan support bantuan dan layanan di klinik atau RS Unpad apabila diperlukan," tambahnya.

Lebih lanjut, Dandi mengatakan korban kini telah membuat laporan resmi ke kepolisian dengan pendampingan dari tim Unpad. Menurutnya, aparat kepolisian bergerak cepat menangani kasus tersebut dengan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Untuk masalah keamanan selanjutnya, apabila di dalam kampus sebenarnya sudah ada patroli keamanan dan kamera CCTV di titik-titik rawan. Juga penambahan penerangan jalan. Namun agak sulit kalau kejadiannya di luar kampus. Maka kami mengimbau semua sivitas akademika untuk segera melaporkan diri kepada pihak Unpad apabila mengalami kecelakaan atau tindak kejahatan, sehingga Unpad bisa lebih cepat memberikan support," jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak kampus juga berencana meningkatkan sosialisasi keamanan bagi mahasiswa, baik saat beraktivitas di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

"Kami juga akan menambah kampanye keamanan baik daring maupun melalui media luar ruang agar semua warga selalu waspada dan tahu apa yang harus dilakukan pada keadaan darurat," pungkasnya.




(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads