Picu Serangan Nyamuk, Eceng Gondok di Waduk Saguling Dibasmi

Picu Serangan Nyamuk, Eceng Gondok di Waduk Saguling Dibasmi

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 13 Mei 2026 20:30 WIB
pengangkutan eceng gondok dari aliran Waduk Saguling
pengangkutan eceng gondok dari aliran Waduk Saguling (Foto: Istimewa)
Bandung Barat -

Eceng gondok merupakan gulma air yang menjadi ancaman keandalan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pertumbuhan eceng gondok yang tak terkontrol itu bakal mengganggu aliran air yang menjadi energi primer dalam proses pembangkitan listrik. Di sisi lain, kemunculan eceng gondok juga mengindikasikan kondisi air yang kualitasnya menurun.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, setidaknya eceng gondok yang dibersihkan dari permukaan aliran Sungai Citarum itu mencapai luas 8,5 hektare. Tak terbayangkan berapa banyak eceng gondok yang diangkut menggunakan alat berat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam satu tahun terakhir, sekitar 8,5 hektare area eceng gondok telah dibersihkan melalui kegiatan kolaboratif lintas instansi dan masyarakat," kata Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan pembersihan eceng gondok harus dilakukan secara rutin di sejumlah titik prioritas yang dinilai memerlukan perhatian lebih. Sebab pertumbuhan gulma air itu cukup cepat.

"Pembersihan eceng gondok harus dilakukan secara rutin. Sejauh ini memang masih dibersihkan menggunakan alat berat serta pengangkutan manual oleh personel lapangan," katanya.

Selain upaya pembersihan, pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi juga terus didorong sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan. Sehingga ketika pertumbuhan eceng gondok terjadi tanpa terkendali, bisa terselesaikan

"Di sisi lain, kami juga selalu berusaha menjaga kualitas air perairan Waduk Saguling, karena keberadaan eceng gondok menjadi indikator penurunan kualitas air," ujarnya.

Dampak keberadaan eceng gondok dirasakan warga empat kampung di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Bandung Barat. Mereka diserang oleh nyamuk yang populasinya meledak selama beberapa bulan belakangan.

Nyamuk-nyamuk itu diduga bermigrasi dari daerah aliran sungai Waduk Saguling, yang tertutup oleh hama eceng gondok. Nyamuk itu kemudian menyerang permukiman warga di empat kampung.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads