Sebuah rumah kontrakan di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Rumah yang semula disewakan tersebut dipenuhi oleh sampah, kotoran, hingga puluhan bangkai kucing yang sudah tinggal kerangka dan tulang belulang di setiap sudut ruangan.
Pemilik kontrakan, Trya, mengungkapkan kekagetannya saat pertama kali membuka pintu rumah tersebut bersama petugas pembersih pada April 2026. Berikut ringkasannya yang dirangkum detikJabar dari pemberitaan detikProperti, Selasa (12/5/2026).
Terungkapnya Kondisi Kontrakan yang Mengenaskan
Kejadian ini bermula dari masalah tunggakan pembayaran sewa oleh seorang penyewa perempuan yang telah menghuni rumah tersebut selama kurang lebih satu tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- November 2025: Trya meminta penyewa untuk pindah sebelum Desember karena kepercayaan mulai hilang akibat sering nunggak pembayaran sewa.
- Maret 2026: Setelah penyewa pindah, ia tetap meninggalkan barang-barangnya dan selalu menunda permintaan pemilik untuk membersihkan kontrakan.
- Rangkuman Lengkap Horor Puluhan Bangkai Kucing di Kontrakan Bekasi: Karena penyewa tidak bisa lagi dihubungi, suami Trya bersama pekerja pembersih memutuskan untuk membuka paksa dan membersihkan rumah tersebut.
- Momen Penemuan: Saat pintu dibuka, mereka disambut bau bangkai yang sangat menyengat dan pemandangan rumah yang sangat kotor. Trya menjelaskan, "Itu suami aku sama (orang) yang bersih-bersih (masuk kontrakan). Kaget dong!".
Ada Bangkai Kucing di Dalam Rice Cooker
Kondisi di dalam rumah tipe 24 meter tersebut digambarkan sangat menjijikkan dengan tumpukan kotoran yang menutupi lantai.
- Sebaran Bangkai: Kerangka dan tengkorak kucing ditemukan di hampir semua area, mulai dari ruang tamu, kamar mandi, kamar tidur, dapur, hingga loteng.
- Jumlah Estimasi: Trya memperkirakan terdapat lebih dari 20 ekor kucing yang mati di dalam rumah tersebut. Ia menyatakan, "(Jumlah bangkai) susah dihitung. Kalau misalnya mau diperkirakan, setiap kamar, setiap area ada. Itu 20 kucing lebih, belum di atas (loteng)."
- Temuan di Penanak Nasi: Salah satu temuan paling tragis adalah adanya bangkai kucing di dalam penanak nasi (rice cooker) yang tertutup. Saat penyewa datang untuk mengambil barang dan membuka alat tersebut, ditemukan bangkai kucing di dalamnya.
- Volume Sampah: Proses pembersihan rumah membutuhkan waktu dua hari dan menghasilkan total tiga gerobak sampah serta kotoran.
Kontrakan penuh sampah dan bangkai kucing di Bekasi. (Foto: Dok. Trya) |
Gelagat Mencurigakan Penyewa Selama Ngontrak
Berdasarkan keterangan pemilik dan warga sekitar, penyewa berinisial perempuan tersebut menunjukkan sejumlah perilaku tidak lazim.
- Menutup Akses: Setiap kali ditagih uang sewa, penyewa selalu terburu-buru keluar dan menutup pintu gerbang dengan tubuhnya agar pemilik tidak bisa melihat ke dalam rumah.
- Tidur di Luar: Tetangga melihat penyewa sering kali terlihat tidur di luar rumah menggunakan kasur dan obat nyamuk.
- Ketiadaan Suara: Meski ditemukan puluhan bangkai, tetangga mengaku tidak pernah mendengar suara gaduh atau suara kucing dari dalam rumah tersebut.
- Alasan Penyewa: Saat ditanya soal bangkai tersebut, penyewa berdalih kucing-kucing itu adalah kucing liar yang masuk melalui lubang ventilasi di loteng.
Rencana Pelaporan ke Polisi
Seorang pemilik mini shelter kucing telah menghubungi Trya dan menyatakan ketidakterimaannya atas dugaan penelantaran hewan tersebut.
- Laporan Kepolisian: Penggiat kucing berencana melaporkan penyewa ke pihak berwajib karena dugaan kekerasan atau penelantaran hewan. "Pemilik mini-shelter ini pengin mempermasalahkan sampai dia ke Kepolisian. Karena jujur aja, kita nggak terima ngeliat kucing begitu," ujar Trya.
- Kendala Data Diri: Proses hukum terhambat karena data KTP penyewa yang pernah diserahkan ke pengurus RT lama dilaporkan hilang saat pergantian kepengurusan RT. Saat ini, pihak penggiat kucing masih menelusuri identitas lengkap penyewa.
(bbp/bbp)

