67 Ribu Anak di Jabar Belum Imunisasi, Terkendala Isu Agama dan Hoaks

67 Ribu Anak di Jabar Belum Imunisasi, Terkendala Isu Agama dan Hoaks

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 16:00 WIB
ilustrasi vaksin
Ilustrasi imunisasi (Foto: thinkstock).
Bandung -

Kementerian Kesehatan mengungkapkan sedikitnya 67 ribu anak di Jawa Barat (Jabar) belum mendapat imunisasi dasar rutin atau zero dose. Isu agama hingga penyebaran informasi bohong atau hoaks selama ini menjadi tantangan bagi anak-anak untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, jumlah anak yang belum imunisasi di Indonesia mencapai 2,3 juta jiwa. Di Jabar, sebelumnya jumlah tersebut mencapai 102 ribu jiwa, lalu bisa ditekan sehingga kini menyisakan 67 ribu anak yang belum mendapat imunisasi.

"Angkanya di seluruh Jawa Barat ada 67 ribu. Tadinya 102 ribu, tapi tahun 2025 itu terus diupayakan supaya mendapat imunisasi. Makanya, kita harapkan dalam setahun-dua tahun ini bisa habis sehingga tidak ada zero dose lagi," katanya, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dante memaparkan, imunisasi pada anak sempat mengalami penurunan saat pandemi COVID-19. Kondisi itu kemudian membuat beberapa daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak akibat rendahnya pemberian imunisasi.

Kemudian, ia tak menampik masih terdapat tantangan di lapangan. Isu agama hingga informasi bohong atau hoaks acap kali membuat orang tua menjadi enggan untuk datang ke posyandu dan memberikan imunisasi kepada anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

"Ada beberapa hoaks di media. Ada yang mereka tidak mau diimunisasi karena menganggap imunisasi itu punya efek samping," ujarnya.

"Saya jelaskan, dulu pernah ada hoaks yang mengatakan bahwa salah satu imunisasi itu menyebabkan autis, katanya. Ternyata studi empiris yang kita lakukan, jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis. Jadi aman-aman saja," ucapnya menambahkan.

Lalu soal isu agama, terutama pada imunisasi campak, menurut Dante, kerap dihubungkan dengan bahan vaksin yang menggunakan tripsin babi. Dante lantas menjelaskan bahwa bahan tersebut telah dimurnikan sehingga produk akhirnya bebas dari unsur tersebut.

"Isu yang kedua penyebab zero dose adalah isu agama. Saya akan jelaskan bahwa salah satu imunisasi yang dilakukan adalah imunisasi campak. Memang imunisasi campak itu pada bahan dasarnya untuk memisahkan sel-sel growth-nya itu menggunakan tripsin babi. Tetapi kemudian dipurifikasi atau dimurnikan, dipisahkan, hingga akhirnya pada sampai produk jadinya tripsin babi itu sudah tidak ada lagi," bebernya.

"Ini sudah diuji oleh MUI, vaksin yang dulu dianggap mengandung tripsin babi tripsin pada campak ini sudah sama sekali tidak mengandung unsur yang berasal dari tripsin babi tersebut. Jadi isu agama yang kadang-kadang juga menjadi tantangan buat kita menjelaskan kepada masyarakat dan pemuka agama itu menjadi sangat penting. Jadi, imunisasi ini halal dan baik bagi masyarakat," tuturnya menambahkan.

Dante menyatakan bahwa imunisasi menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak-anak. Sebab nantinya, anak yang mendapatkan imunisasi memiliki daya tahan tubuh yang lebih ideal untuk terhindar dari berbagai penyakit.

"Kalau kita tidak melakukan imunisasi secara cepat, maka ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Kalau kita bisa imunisasi, angka kejadian penyakit-penyakit yang bisa dihindari itu menjadi kecil. Anak-anak bisa tumbuh dengan sehat, bisa optimal, tidak gampang sakit dan kalaupun kena misalnya terkena campak dengan kondisi yang lebih ringan," katanya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menambahkan, jumlah anak yang belum diimunisasi di wilayahnya mencapai 6.700 jiwa. Berbagai program pun digalakkan untuk menekan jumlah anak yang belum mendapat imunisasi secara rutin.

"Imunisasi ini adalah langkah awal untuk kita semua memulai hidup sehat dan aktif terutama untuk anak-anak kita. Imunisasi sudah terbukti memberikan kita daya tahan agar anak-anak kita tumbuh menjadi orang dewasa yang sangat produktif," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Vaksin Malaria Masuk Program Imunisasi Anak Nasional Burundi"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads