Sampah Menggunung di Tasikmalaya Imbas Pegawai Mogok dan Armada Kurang

Sampah Menggunung di Tasikmalaya Imbas Pegawai Mogok dan Armada Kurang

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 15:00 WIB
Gunungan sampah di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya.
Gunungan sampah di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Persoalan sampah di Kota Tasikmalaya kembali mencapai titik nadir. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan kini menghiasi kawasan Pasar Cikurubuk, memicu bau busuk menyengat dan mengancam kesehatan warga serta pedagang.

Kondisi memprihatinkan ini ditengarai akibat sistem pengangkutan yang tidak sebanding dengan volume produksi sampah harian yang terus melonjak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah sepekan terakhir, gunungan limbah sayuran, buah-buahan, hingga plastik memenuhi area Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Cikurubuk.

Tak hanya merusak pemandangan, kerumunan lalat dan aroma tak sedap membuat pembeli dan warga enggan mendekat.

ADVERTISEMENT

"Ya jelas terganggu, jangankan pembeli saya aja yang dagang terganggu. Ini sudah seminggu. Pembeli berkurang, banyak yang pilih balik arah karena kotor dan bau," kata Arif pedagang bumbu yang lapaknya tak jauh dari lokasi tempat pembuangan sampah sementara, Selasa (12/5/2026).

Penumpukan sampah juga tak hanya terjadi di Pasar Cikurubuk, tetapi terjadi juga di beberapa tempat pembuangan sampah sementara lainnya.

Seperti TPS di Pasar Lama, TPS Dadaha, termasuk tumpukan sampah di sejumlah titik pinggiran jalan Kota Tasikmalaya. Sejumlah warga mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah dari wilayah mereka. "Dalam beberapa hari terakhir ini memang seperti ada masalah, pengangkutan sampah telat. Sampai menumpuk di pinggir jalan," ujar Jajat Sudrajat, warga Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid mengaku sudah mendengar keluhan masyarakat terkait masalah sampah tersebut. Menurut dia, penumpukan terjadi akibat frekuensi pengangkutan tak sebanding dengan jumlah produksi sampah.

"Ritase pengangkutan saat ini sangat timpang. Produksi sampah naik tajam, namun pengangkutan hanya dilakukan dua rit sehari," ungkap Wahid.

Hal lain yang dia soroti adalah masalah keterbatasan jumlah pekerja pengangkut sampah. Saat ini pekerjaan penting itu mayoritas digawangi oleh pegawai yang statusnya sebatas sukarelawan.

"Banyak pekerja pengangkut sampah yang status kerjanya tidak jelas atau tidak tercatat resmi, sehingga sistem menjadi sangat rentan. Kalau mereka mogok, siapa yang angkut? Ini jangan dianggap sepele," jelas Wahid.

Dia berharap Pemkot segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menyiasati persoalan penting ini.

"Ya harus ada solusi cepat, jangan hanya terpaku pada kendala yang ada. Harus diprioritaskan. Kalau memang armada dan ritase tidak cukup, harus ada keberanian menambah inovasi dan anggaran. Jangan sampai kota kalah cepat dengan tumpukan sampah," papar Wahid.

Informasi yang dihimpun, selain jumlah armada truk yang terbatas, penumpukan sampah dalam beberapa hari terakhir ini dipicu oleh adanya aksi mogok kerja petugas yang berstatus sukarelawan.

Jumlah tenaga sukarelawan ini mencapai 116 orang. Mereka bekerja tanpa menerima insentif atau gaji dari pemerintah. Selama ini pendapatan mereka sebatas mengandalkan pemberian warga serta dari hasil penjualan barang bekas atau sampah yang masih punya nilai jual.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui sempat terjadi kendala layanan akibat aksi mogok kerja petugas sampah sukarelawan selama dua atau tiga hari di pekan lalu.

Namun, dia mengklaim situasi saat ini mulai kembali normal. "Memang sempat ada mogok dua atau tiga hari yang menyebabkan penumpukan sampah, tapi di hari yang sama sudah kembali berjalan," kata Diky.

Menurut dia, persoalan sampah di kota tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola penanganan yang sama seperti sebelumnya. Menurutnya, diperlukan langkah yang lebih adaptif dan terobosan yang lebih luas, terutama dalam hal sistem pengelolaan.

Selain pembenahan internal, Pemkot Tasikmalaya juga didorong untuk kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga BUMN, khususnya dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah.

"Kita butuh tim yang aktif jemput bola ke pusat dan provinsi. Tidak bisa hanya mengeluh. Kita sedang arahkan ke sistem digitalisasi dan membuka ruang kerja sama teknologi dengan BUMN maupun pihak ketiga," ungkap Diky.

Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana meminta maaf kepada masyarakat atas penumpukan sampah tersebut. Dia mengaku sedang berusaha keras membereskan tumpukan sampah itu secepatnya.

"Pertama permohonan maaf kami sampaikan kepada masyarakat kaitan di beberapa titik adanya penumpukan sampah, tetapi Insya Allah kami dalam beberapa hari ini kami melakukan penanganan sampah secara terencana. Jadi untuk depo (TPS) Dadaha Alhamdulillah sudah landai, dan hari ini kita akan berlanjut ke Pasar Cikurubuk untuk melaksanakan pengangkutan sampah," ujar Feri.

Dia menjelaskan penumpukan sampah di banyak titik ini disebabkan oleh keterbatasan armada pengangkut. "Mungkin salah satunya akibat keterbatasan armada, tapi dengan armada yang sekarang selalu kami optimalkan untuk mengutamakan pelayanan," kata Feri.

Feri menjelaskan saat ini total armada yang dimiliki terdiri dari 29 unit dump truck dan 10 unit truk jenis arm roll. Akan tetapi, separuh dari armada itu sudah dalam kondisi tak laik atau butuh peremajaan. Saat ini dia tengah mengupayakan bantuan armada dari Pemprov Jabar.

"Armada kami kurang lebih 29 dump truck dan 10 arm roll. Sekitar setengah dari kendaraan tersebut sekitar 10 sampai 15 kendaraan butuh peremajaan. Ada yang keluaran tahun 2005, 2006, sudah tua. Kami mengupayakan di tahun depan bantuan ke Provinsi akan ada peremajaan kendaraan," tutur Feri.

Khusus untuk penanganan gunungan sampah di Pasar Cikurubuk yang sampai menutup jalan, Feri menargetkan dalam dua atau tiga hari ke depan bisa segera dibersihkan.

"Untuk Cikurubuk, mudah-mudahan dua hingga tiga hari, sampah bisa ditangani, minimal kita membuka akses jalan yang tertutup sampah dulu," pungkas Feri.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads