Sebuah video inspeksi mendadak (sidak) Bupati Sukabumi Asep Japar di RSUD Palabuhanratu seketika viral dan menjadi sorotan publik. Sidak ini dipicu oleh rentetan keluhan masyarakat yang merasa tercekik dengan tarif parkir selangit di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.
Dalam tayangan video yang beredar, dinamika sidak diwarnai curhatan blak-blakan dari keluarga pasien yang merasa dirugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hadapan Bupati Asep Japar, seorang ibu berhijab bersama rekannya membeberkan pengalaman mereka yang dinilai tak masuk akal. Keduanya mengaku sempat ditagih tarif parkir motor hingga Rp 35 ribu hanya untuk durasi penitipan sekitar enam jam.
Kondisi tarif yang mencekik inilah yang ditengarai menjadi biang kerok menjamurnya parkir liar di sekitar lokasi.
Ratusan kendaraan roda dua tampak mengular panjang memakan bahu jalan di luar area rumah sakit, lantaran warga enggan masuk ke area parkir resmi yang dinilai terlalu menguras kantong saat mereka tengah berjuang mengurus keluarga yang sakit.
Pengelola Beralasan Ada Program Inap
Mendengar aduan warganya, Asep Japar seketika mencecar pihak ketiga pengelola parkir yang saat itu diwakili oleh seorang pria berkemeja putih.
Sang pengelola mencoba memberikan klarifikasi dengan dalih bahwa pihaknya sebenarnya telah memberlakukan program khusus untuk meringankan keluarga pasien rawat inap.
Pria berkemeja putih itu merinci adanya tarif flat harian sebesar Rp 15 ribu untuk mobil dan Rp 10 ribu untuk motor per 24 jam. Ia bahkan berdalih bahwa pengelola siap menggratiskan biaya parkir bagi pengunjung yang benar-benar bisa membuktikan ketidakmampuannya.
Namun, argumen pembelaan tersebut langsung dipatahkan oleh instruksi tegas sang Bupati. Asep Japar menekankan bahwa program keringanan tersebut tidak akan berdampak jika tidak disertai sosialisasi yang transparan kepada masyarakat.
Kepada detikJabar, Bupati Sukabumi Asep Japar membenarkan adanya langkah tegas tersebut. Ia menyebut keputusannya turun langsung ke lapangan didasari oleh banyaknya aduan yang masuk ke mejanya.
"Ya tadi saya sidak di parkiran halaman Rumah Sakit Palabuhanratu. Memang ada banyak pengaduan yang masuk, bahwa keluarga pasien yang menjenguk katanya parkir biayanya mahal," ungkap Asep Japar, Selasa (12/5/2026).
Dalam keterangannya, Asep Japar membenarkan bahwa dirinya langsung menekan pihak pengelola di lokasi untuk segera melakukan penyesuaian tarif. Ia tidak ingin fasilitas publik justru menjadi beban tambahan bagi warganya.
"Saya sudah tekankan, saya panggil tadi pengelolanya untuk diturunkan itu tarifnya. Jangan sampai memberatkan. Bahkan apabila menemukan keluarga pasien yang tidak mampu, tolong itu digratiskan," tegasnya.
Selain menyoroti manajemen tarif di dalam, orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi ini juga mengambil langkah tegas terkait kekacauan lalu lintas di luar area rumah sakit akibat parkir liar.
"Terus yang ketiganya, jangan ada parkir itu di jalan. Saya sudah berikan instruksi ke Dinas Perhubungan, termasuk ke Satpol PP untuk ditertibkan, dijaga di sana. Jangan sampai ada parkir di bahu jalan," ujar Asep Japar.
(sya/orb)
