2 Malam Penuh Perjuangan Bagi Arief di Tengah Belantara Gunung Puntang

Round-Up

2 Malam Penuh Perjuangan Bagi Arief di Tengah Belantara Gunung Puntang

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 09:30 WIB
Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024 yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Puntang
Arief Wibisono sempat hilang di Gunung Puntang (Foto: Istimewa).
Bandung -

Setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024, Arief Wibisono (25), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Senin (11/5/2026).

Kabar ditemukannya Arief pertama kali beredar dari para relawan yang ikut melakukan pencarian di kawasan hutan Gunung Puntang.

"Alhamdullilah terimakasih team SAR gabungan korban hilang di Gunung puntang sudah di ketemukan dgn selamatketemukan selamat," tulis pemilik akun Instagram @darmanto_wanadri_96.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi itu kemudian dibenarkan pihak ITB. Humas ITB, Lala Arief, memastikan Arief berhasil ditemukan warga di kawasan Leuweung Malang setelah sempat hilang sejak Sabtu (9/5/2026).

ADVERTISEMENT

"Alhamdulilah, Arief sudah ditemukan dengan selamat. Ditemukan di Leuweung Malang, ditemukan oleh warga," kata Lala.

Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi mengatakan, Arief ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka setelah tersesat dan terjatuh ke jurang saat turun dari puncak.

"Alhamdulillah sudah ketemu dalam kondisi sehat (selamat)," ujar Asep.

Perjalanan Arief bertahan hidup di Gunung Puntang ternyata penuh drama. Berdasarkan penuturan polisi, kejadian bermula saat rombongan mahasiswa itu turun menuju base camp Pasirkuda. Namun di tengah perjalanan, Arief berjalan lebih cepat dan meninggalkan dua rekannya.

"Informasi dari korban. Pada saat pulang dari Puncak Mega korban jalan cepat dan salah arah seharusnya ke arah Pasirkuda malah ke arah basecamp PGPI (Persatuan Gunung Puntang Indonesia) yang berada di Banjaran," ujar Asep.

Saat berjalan sendirian itulah Arief diduga terpeleset dan masuk ke jurang sedalam sekitar 6 hingga 7 meter. "Korban mengalami luka lecet kejadian tersebut sekitar jam 16.00 hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026," katanya.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, menyebut Arief sempat terperosok ke jurang dan tak bisa kembali naik ke jalur pendakian.

"Jadi dia jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai," tutur Nita.

Dalam kondisi terluka dan sendirian, Arief terpaksa bertahan hidup di dasar jurang. Ia bermalam di lokasi jatuhnya sebelum akhirnya mulai menyusuri aliran sungai keesokan harinya.

"Pada saat itu korban bermalam di tempat jatuh dan pada hari Minggu 10 mei 2026 jam 06.00 WIB. Korban langsung menyusuri sungai (karena jatuh hampir dekat sungai) hingga jam 18.00 WIB," jelas Asep.

Namun perjalanan itu belum berakhir. Arief kembali bermalam di pinggir sungai sebelum melanjutkan pencarian jalan keluar pada Senin pagi.

"Pada hari Minggunya, korban jalan lagi dan jam 09.30 WIB bertemu petani kopi di daerah Jadipa Banjaran, Desa Mekarjaya dan selanjutnya petani memberi tahukan ke petugas pencarian korban," ucapnya.

Pertemuan dengan petani kopi itulah yang menjadi titik terang pencarian. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi dan membawa Arief ke RSUD Bedas Arjasari untuk mendapatkan penanganan medis.

Nita mengatakan, kondisi Arief saat ditemukan masih sadar meski tubuhnya dipenuhi luka gores dan memar akibat terjatuh di medan terjal.

"Update terakhir, barusan Arief sudah diserahterimakan kepada keluarga, pihak FTSL, Prodi, dan IATL mendampingi sampai selesai. Kami masih di rumah sakit (RSUD) Bedas Arjasari bersama Arief dan keluarga," kata Nita.

"Kondisi Arief, mengalami luka di sekujur tubuh (goresan), dan ada memar di tubuh. Saat ini posisi menunggu hasil rontgen," lanjutnya.

Meski harus melewati dua malam penuh ketidakpastian di tengah hutan Gunung Puntang, Arief dipastikan selamat dan kini telah kembali bersama keluarganya. "Alhamdulillah masih diberi keselamatan," pungkas Nita.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "
[Gambas:Video 20detik] (Bima Bagaskara/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads