Polisi mengungkap kondisi mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB berinisial Arief Wibisono (25) saat sempat hilang di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. Mahasiswa tersebut diketahui sempat salah arah hingga terperosok ke dalam jurang.
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi mengatakan, peristiwa bermula saat rombongan mahasiswa tersebut dalam perjalanan pulang menuju basecamp Pasirkuda. Di tengah perjalanan, Arief berjalan mendahului dan meninggalkan dua rekannya, RAK (27) dan WAL (30).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi dari korban. Pada saat pulang dari Puncak Mega korban jalan cepat dan salah arah seharusnya ke arah Pasirkuda malah ke arah basecamp PGPI (Persatuan Gunung Puntang Indonesia) yang berada di Banjaran," ujar Asep, kepada detikJabar, Senin (11/5/2026).
Asep menjelaskan, Areif yang berjalan seorang diri tiba-tiba terpeleset. Korban pun jatuh ke dalam jurang sedalam beberapa meter.
"Korban mengalami luka lecet kejadian tersebut sekitar jam 16.00 hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026," katanya.
Asep mengungkapkan, AW sempat terkatung-katung sendirian di dasar jurang. Mahasiswa tersebut terpaksa bermalam dengan kondisi seadanya di lokasi tersebut.
"Pada saat itu korban bermalam di tempat jatuh dan pada hari Minggu 10 mei 2026 jam 06.00 WIB. Korban lamgsung menyusuri sungai (karena jatuh hampir dekat sungai) hingga jam 18.00 WIB," jelasnya.
Arief kembali bermalam di pinggir sungai tersebut. Asep menyebut, Arief kembali melanjutkan pergerakan pada Senin, 11 Mei 2026, pukul 06.00 WIB.
"Pada hari Minggunya, korban jalan lagi dan jam 09.30 WIB bertemu petani kopi di daerah Jadipa Banjaran, Desa Mekarjaya dan selanjutnya petani memberi tahukan ke petugas pencarian korban," ucapnya.
Petugas gabungan langsung mengevakuasi Arief ke RSUD Bedas Arjasari, Kabupaten Bandung. Setelah mendapatkan penanganan, mahasiswa tersebut kemudian dipulangkan ke kediamannya di Kota Bandung.
(sud/sud)
