Jabar Hari Ini: Kembalinya Mahasiswa ITB yang Hilang ke Pelukan Keluarga

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 11 Mei 2026 22:01 WIB
Kondisi Mahasiswa ITB yang sempat hilang di Gunung Puntang (Foto: Istimewa).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Selasa, 11 Mei 2026. Mulai dari seorang mahasiswa ITB bernama Arief Wibisono yang sebelumnya dilaporkan hilang di Gunung Puntang ditemukan selamat, hingga remaja di Kuningan dikeroyok akibat mengenakan jersey Persib.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Mahasiswa ITB Hilang dan Ketemu di Gunung Puntang

Arief Wibisono, seorang mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024 yang dikabarkan hilang di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/5) lalu akhirnya ditemukan. Informasi ini dilaporkan oleh relawan yang melakukan pencarian.

"Alhamdullilah terimakasih team SAR gabungan korban hilang di Gunung puntang sudah di ketemukan dgn selamatketemukan selamat," tulis pemilik akun Instagram @darmanto_wanadri_96, pagi tadi.

Informasi ini juga dibenarkan oleh Humas ITB Lala Arief. "Alhamdulilah, Arif sudah ditemukan dengan selamat. Ditemukan di Leuweung Malang, ditemukan oleh warga," kata Lala.

Terpisah, Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi membenarkan mahasiswa tersebut telah ditemukan. Asep menyebut, saat ini mahasiswa tersebut tengah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Alhamdulillah sudah ketemu dalam kondisi sehat (selamat)," ujar Asep kepada detikJabar.

Menurutnya, mahasiswa tersebut diduga keluar dari jalur pendakian awal dari Basecamp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Ia kemudian ditemukan oleh warga dan petugas gabungan.

"Iya, keluar jalur awal masuk. Jaraknya dari Basecamp Pasir Kuda ke tempat penemuan sekitar 8 kilometer," katanya.

Selanjutnya, mahasiswa tersebut dibawa oleh petugas untuk diberikan pertolongan pertama guna memulihkan kondisinya. Setelah itu, ia akan ditenangkan terlebih dahulu.

"Mahasiswa masih dibawa ke tempat yang aman dulu," pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB Nita Yuanita mengatakan Arief sudah dirawat di rumah sakit dan diserahterimakan kepada pihak keluarga. "Update terakhir, barusan Arief sudah diserahterimakan kepada keluarga, pihak FTSL, Prodi, dan IATL mendampingi sampai selesai. Kami masih di rumah sakit (RSUD) Bedas Arjasari bersama Arief dan keluarga," kata Nita.

Nita menyebut Arief mengalami luka-luka, meski demikian ia dipastikan masih dalam keadaan sadar. "Kondisi Arief, mengalami luka di sekujur tubuh (goresan), dan ada memar di tubuh. Saat ini posisi menunggu hasil rontgen," ujarnya.

Nita juga menyebutkan, Arief sempat terjatuh ke jurang dan berhasil menyelamatkan diri. "Jadi dia jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai," tuturnya.

Nita memastikan, Arief dalam kondisi baik-baik saja. "Alhamdulillah masih diberi keselamatan," pungkasnya.

Nahas! Wanita di Bandung Tewas di Tangan Ipar

Seorang wanita muda bernama Nanda Tritami Raina dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban pembunuhan di Jalan Sekelimus Tengah, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Sabtu (9/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban yang berusia 26 tahun itu diduga tewas setelah ditusuk mantan kakak iparnya berinisial CMM (30). Informasi tersebut dibenarkan Kapolsek Bandung Kidul Kompol Sulardjo.

Menurut Sulardjo, korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga. Korban merupakan adik ipar dari pelaku.

Dalam kejadian tersebut, pelaku datang ke kawasan Sekelimus Tengah menggunakan angkutan kota dengan tujuan mencari anak dan mantan istrinya. Namun setibanya di lokasi, pelaku justru bertemu dengan korban yang datang menggunakan mobil pribadi.

"Pelaku berniat mencari Anak dan Istri setelah sampai dilokasi ternyata tidak ada kemudian bertemu dengan adik ipar (korban)," kata Sulardjo saat dikonfirmasi, Minggu (10/5) kemarin.

Diduga terjadi percekcokan antara keduanya. Korban disebut sempat menabrak pelaku menggunakan mobilnya. Tak mampu mengendalikan emosi, pelaku kemudian melakukan penusukan menggunakan pisau dapur yang telah dibawanya.

"Pelaku langsung menusuk Korban menggunakan pisau dapur sebanyak empat sampai lima kali ke bagian dada," ujar Sulardjo.

Usai melakukan penusukan, korban langsung terjatuh. Warga sekitar yang berada di lokasi kemudian mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Korban yang mengalami luka parah di bagian dada sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pindad menggunakan ambulans. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

"Korban dilarikan ke Rumah Sakit Pindad dengan menggunakan ambulans. Pukul 21.13 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia," pungkasnya.

Simak Video "Video Penangkapan Buron Pemerkosa-Pembunuh Tante Sendiri di Sulteng"


(wip/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork