Euforia kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dengan skor 2-1 masih terasa di Jawa Barat. Di tengah antusiasme Bobotoh yang mulai memadati jalanan untuk merayakan kemenangan, Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan memastikan situasi keamanan tetap terkendali meski sempat terjadi gesekan antarsuporter di sejumlah wilayah.
Di hadapan wartawan di Kantor BI Jabar, Senin (11/5/2026), Rudi mengakui adanya perselisihan kecil antara pendukung Persib dan Persija, terutama di kawasan Bogor. Namun ia menegaskan kondisi kini sudah kembali aman dan terkendali.
"Saya rasa tidak ada ya, meskipun kalau hanya perselisihan antara supporter di Bogor dan lain-lain, ya itu mungkin sudah terjadi," kata Rudi kepada wartawan di Kantor BI Jabar, Senin (11/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kondusif," tambahnya.
Di balik tensi rivalitas klasik dua kubu suporter, kemenangan Persib justru membawa optimisme besar bagi masyarakat Jawa Barat. Dengan dua laga tersisa di kompetisi musim ini, harapan untuk kembali mengangkat trofi juara semakin terbuka lebar.
Rudi pun tak menutupi rasa bangganya terhadap hasil yang diraih Maung Bandung. Ia menyebut kemenangan atas Persija menjadi suntikan semangat bagi seluruh Bobotoh.
"Ya, kita menyambut gembira atas kemenangan Persib kemarin. Tinggal 2 pertandingan lagi, yaitu tanggal 17 dan tanggal 23. Kita bersama seluruh pendukung Bobotoh, kita mendoakan supaya Persib juara lagi," ungkapnya.
"Tentunya kita akan merayakan kemenangan dan berhasilan Persib dengan tetap mematuhi aturan-aturan," tambahnya.
Kapolda juga memprediksi gelombang konvoi suporter masih akan terus terjadi dalam dua pertandingan sisa nanti. Meski demikian, ia tidak melarang masyarakat untuk merayakan kemenangan, selama tetap menjaga keselamatan dan ketertiban umum.
"Yang pertama silahkan untuk merayakan kemenangan, tapi jaga keselamatan. Jangan sampai merayakan kemenangan, akhirnya melupakan keselamatan," tutur Rudi.
Ia juga mengingatkan agar euforia tidak berubah menjadi gangguan bagi masyarakat lain yang tengah beraktivitas di jalan raya.
"Yang kedua, jangan menganggau yang lain, Karena pada saat kita merayakan, tentunya ada saudara-saudara kita lain yang punya kepentingan di jalan. Sehingga kita juga harus menghormati, siapa tahu dia ibu kita, saudara kita, dan semua hadiah tolak keluarga besar kita," tuturnya.
Tak hanya soal ketertiban lalu lintas, Rudi turut mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas umum agar tidak dirusak dalam perayaan kemenangan.
"Yang ketiga, jangan merusak. Seharusnya apa yang sudah ada, harus dijaga dan diperihara. Kita sama-sama menjaga apa yang sudah dibangun di Jawa Barat," pungkasnya.
