Gunung Dukono di Pulau Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 07.41 WIB. Dalam peristiwa tersebut, 14 pendaki dilaporkan selamat, sementara tiga orang meninggal dunia yang terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI).
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita mengatakan, status Gunung Dukono sebenarnya sudah berada pada Level II atau Waspada sejak tahun 2008.
"Sejak tahun 2008 itu levelnya sudah waspada," kata Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Siti, radius aman di sekitar gunung juga telah diperluas sejak 2024 untuk mencegah masyarakat maupun pendaki mendekati area puncak.
"Nah, di tahun 2024, kita juga sudah menaikkan jangkauan area yang tidak boleh mendekat dari semula itu 3 KM jadi 4 KM. Jadi sekarang Level 2 statusnya Waspada dan tidak boleh mendekat dari jarak 4 KM," ungkapnya.
PVMBG, kata Siti, secara rutin menyampaikan laporan perkembangan aktivitas Gunung Dukono kepada pemerintah daerah setempat setiap dua pekan sekali, termasuk rekomendasi terkait radius aman aktivitas warga.
"Jadi, kami menyampaikan kepada pemerintah daerah setempat tentang rekomendasi status gunung api tersebut. Jadi harus waspada 4 KM. Jadi kalau misalnya akan beraktivitas, mohon diperhatikan wilayah sekitar gunung yang kita sampaikan 4 KM itu jangan mendekat ke arah sana. Karena gunung ini dalam kondisi aktif, bisa kapan aja terjadi erupsi," jelasnya.
Terkait masih adanya aktivitas pendakian di kawasan tersebut, Siti menilai pemerintah daerah seharusnya aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun wisatawan mengenai bahaya aktivitas gunung api.
"Kalau itu kan rutin merekomendasikan kepada pemerintah daerah. Saya pikir pemerintah daerah sendiri juga sudah mensosialisasikan ke masyarakat setempat. Kalau misalnya ada yang masih (mendaki), itu perlu dikonfirmasi. Yang jelas kita rutin melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah itu untuk memastikan bahwa diketahui ini amannya seberapa," terangnya.
Siti menegaskan, selama masyarakat berada di luar radius 4 kilometer dari kawah, kondisi masih dinilai aman. Namun jika mendekati area terlarang, potensi bahayanya sangat tinggi mengingat Gunung Dukono dapat erupsi sewaktu-waktu.
"Kalau udah siaga ataupun udah awas mah pasti semua udah pada tahu. Tapi rata-rata yang level waspada ini bisa terjadi erupsi, bisa tidak. Tapi selama tadi mengikuti arahan dari pemerintah, 4 KM jangan mendekat, jangan beraktivitas," pungkasnya.
(wip/dir)
