Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi dahsyat pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam letusan ini, dilaporkan 20 orang terjebak saat melakukan pendakian di kawasan tersebut.
Operasi penyelamatan darurat segera dilakukan oleh tim SAR gabungan, usai Basarnas menerima sinyal darurat (SOS) dari perangkat pencari lokasi milik salah satu pendaki. Walau sebagian besar pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, namun insiden ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa pendaki lainnya luka-luka.
Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dokumen Istimewa Foto: Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dokumen Istimewa |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Kejadian dan Evakuasi
Jumat, 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT: Gunung Dukono erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik dan tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 10.000 meter (10 km) di atas puncak. Letusan ini disertai dengan lontaran abu berwarna kelabu hingga hitam serta dentuman yang terdengar lemah hingga kuat.
Pascaleletusan (Pagi/Siang): Basarnas Command Center (BBC) mendeteksi adanya sinyal darurat (SOS) dari sebuah perangkat Garmin di titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E
- Kepala Desa Mamuya mengonfirmasi bahwa terdapat pendaki yang menjadi korban luka akibat erupsi dan segera meminta bantuan evakuasi.
- Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung dikerahkan menuju Posko Pengamatan.
Pukul 14.10 WIB: Operasi evakuasi oleh tim SAR gabungan terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan para personel. Hal ini diakibatkan oleh aktivitas vulkanik berupa potensi lontaran lava pijar yang jangkauannya mencapai sekitar 1,5 km dari puncak kawah
- Seluruh tim evakuasi ditarik untuk berlindung di Pos 5.
Pukul 15.25 WIB: Setelah kondisi dirasa lebih aman, proses pencarian kembali dilanjutkan. Tim SAR membagi regu menjadi dua titik pencarian
- Tim pertama menyisir jalur pendakian hingga berjarak 500 meter dari puncak, dibantu oleh penggunaan drone untuk memantau situasi dari udara karena aktivitas erupsi masih fluktuatif.
- Sementara itu, tim kedua menyisir wilayah aliran sungai yang letaknya berdekatan dengan puncak gunung untuk mencari pendaki yang dinyatakan hilang.
Jumlah dan Rincian Korban
Tercatat ada total 20 orang pendaki di kawasan Gunung Dukono saat erupsi, yang terdiri atas 9 WNA asal Singapura, 3 warga Ternate, dan 8 warga lokal sekitarnya.
Berikut adalah rincian kondisi para pendaki tersebut:
Meninggal Dunia (3 Orang): Pihak kepolisian mengonfirmasi terdapat 3 korban tewas, yakni 2 orang WNA asal Singapura dan 1 orang WNI kelahiran Jayapura.
(Catatan: Pada informasi awal sempat ada laporan simpang siur yang menyebutkan korban tewas adalah WNA asal China dan Malaysia, namun data ini kemudian diralat secara resmi oleh Kapolres Halmahera Utara menjadi 2 WNA Singapura dan 1 WNI Jayapura).
Selamat (14 Orang): Sebanyak 14 pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka terdiri dari 7 WNA Singapura dan 7 WNI.
Luka-Luka: Sedikitnya terdapat 5 orang pendaki yang dilaporkan mengalami luka-luka dan ditangani oleh tim di lapangan.
Dalam Pencarian: Sempat dilaporkan pada Jumat siang bahwa masih ada 2 pendaki pria berkewarganegaraan Singapura (usia 30 dan 27 tahun) yang belum ditemukan dan sedang dalam penyisiran oleh tim SAR.
(yum/yum)

