Heboh Bus Pariwisata Kena Pungli di Tasik, Ini Penjelasan Polisi

Heboh Bus Pariwisata Kena Pungli di Tasik, Ini Penjelasan Polisi

Deden Rahadian - detikJabar
Jumat, 08 Mei 2026 12:14 WIB
bus
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tasikmalaya -

Video penghadangan bus pariwisata di Jalan Raya Mangunreja, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat viral di media sosial. Dinarasikan, pelaku yang hadang bus melakukan pungutan liar di jalan.

Rekaman video ini memicu beragam komentar warganet. Polisi pun turun tangan.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya, Aipda Triana Anggasari, memastikan peristiwa tersebut bukan kejadian baru. Cekcok itu terjadi sekira November 2025 dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan saat itu juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Video yang viral itu kejadiannya bulan November 2025, sekitar pukul 15.30 WIB di Kp. Padanaan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Baru diunggah ke Instagram, Facebook, dan TikTok pada Mei 2026 ini," kata Triana kepada detikJabar, Jumat (8/5/2026).

Triana memastikan penyebab perselisihan bukan gegara pungutan liar.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan Polsek Tanjungjaya, kejadian bermula saat bus pariwisata berpapasan dengan mobil pikap. Karena jarak terlalu dekat, kedua kendaraan sempat berserempetan.

Edi yang dinarasikan memalak langsung turun dari mobil pikapnya dan mengejar bus. Edi bukan hendak memalak melainkan meluruskan kejadian penyerempetan kendaraannya.

"Setelah dapat mengejar bus, Edi memberhentikan bus pariwisata tersebut. Terjadi percekcokan antara Edi dengan sopir bus beserta penumpang," jelas Triana.

Suasana sempat memanas karena banyak warga berkumpul. Namun warga sekitar sigap melerai dan membantu memediasi kedua belah pihak di lokasi.

Akibat serempetan itu, bagian saung atau penutup atas mobil pikap milik Edi rusak. Sementara bus pariwisata alami kerusakan di bagian spion.

"Kerugian tidak besar. Mobil bak rusak bagian saung, bus pecah spion kanan. Saat itu juga diselesaikan warga dengan musyawarah. Sopir bus mengganti kerugian Rp 200 ribu ke pemilik mobil bak," ujar Aipda Triana.

Triana mengimbau masyarakat bijak bermedia sosial. Jangan mudah menyebarkan video lama yang bisa memicu keresahan baru.

"Kalau ada kejadian di jalan, selesaikan baik-baik. Jangan sampai viral malah menimbulkan persepsi negatif. Kami sudah mediasi dan beri pemahaman ke masyarakat," tutupnya.

Edi menyampaikan klarifikasi melalui video. Dia pastikan bukan preman kampung yang memalak.

"Saya pastikan saya bukan preman kampung apalagi memalak bus pariwisata. Melainkan bak saya serempetan dengan bus," kata Edi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Pelaku Pungli di Lampung Kocar-kacir Dikejar Polisi"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads