Rasa waswas yang selama ini menghantui warga saat melintasi Jembatan Gantung Jantake di Kampung Jantake, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, perlahan sirna. Jembatan dengan alas bolong dan licin itu kini mulai diperbaiki.
Perbaikan jembatan sepanjang 35 meter tersebut dilakukan oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama jajarannya. Jembatan ini diketahui menjadi akses vital penghubung Desa Sasagaran dengan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur utama aktivitas warga. Pelajar asal Gegerbitung setiap hari melintas menuju sekolah di Kebonpedes, sementara warga Kebonpedes menggunakannya untuk bertani di wilayah Gegerbitung.
Warga setempat, Ahmad (45), menuturkan kondisi jembatan sebelumnya cukup memprihatinkan. Meski rangka besinya masih kokoh, bagian alas pijakan sudah lama rusak.
"Jembatannya memang dari besi, tapi alasnya sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang bolong. Jadi kalau lewat harus ekstra hati-hati," ujar Ahmad, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kerap membahayakan warga, terutama saat membawa hasil pertanian maupun anak-anak yang hendak pergi ke sekolah. Risiko semakin tinggi saat malam hari atau musim hujan.
"Kalau malam atau hujan, lebih berbahaya karena licin dan gelap. Kadang warga harus bergantian saat melintas supaya lebih aman," katanya.
Ahmad mengaku bersyukur atas perbaikan yang dilakukan. Ia berharap jembatan tersebut bisa kembali layak dan aman digunakan dalam jangka panjang.
"Kami sangat berterima kasih. Semoga setelah diperbaiki, aktivitas warga jadi lebih lancar," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Jantake merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.
"Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga sehari-hari, mulai dari pendidikan hingga perekonomian. "Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan warga, yang menghubungkan aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian masyarakat," katanya.
Menurutnya, perbaikan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, sebagai komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat.
"Melalui revitalisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, tanpa rasa khawatir," tuturnya.
Ia berharap keberadaan jembatan yang lebih layak nantinya dapat memperlancar distribusi hasil bumi serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga. "Momentum ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
(sud/sud)
