Dinkes Kab Sukabumi Temukan 3.427 Kasus Prehipertensi dalam Program CKG

Dinkes Kab Sukabumi Temukan 3.427 Kasus Prehipertensi dalam Program CKG

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 05 Mei 2026 16:00 WIB
Kadis Kesehatan, Masykur Alawi
Kadis Kesehatan, Masykur Alawi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi merilis data mengejutkan hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ribuan warga ditemukan mengalami kondisi prediabetes hingga obesitas sentral yang menjadi ancaman serius penyakit tidak menular di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, membeberkan bahwa berdasarkan hasil skrining CKG, ditemukan tren penyakit yang cukup mencolok di seluruh klaster masyarakat. Salah satu yang paling tinggi adalah angka obesitas sentral.

"Ditemukan tren penyakit terbanyak di seluruh klaster, yaitu prehipertensi sebanyak 3.427 kasus atau 9,7%, obesitas sentral berdasarkan lingkar perut sebanyak 8.299 kasus atau 21,84%, serta hasil skrining gula darah yang menunjukkan kondisi prediabetes sebanyak 1.694 kasus atau 7,43%," kata Masykur dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masykur menegaskan pihaknya tidak tinggal diam atas temuan tersebut. Penanganan medis secara maraton langsung dilakukan terhadap warga yang masuk kategori berisiko tinggi.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 450 orang telah ditindaklanjuti untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Realisasi Target dan Skrining Menyeluruh

Sejauh ini, minat masyarakat Sukabumi untuk memeriksakan kesehatan tergolong tinggi. Tercatat sebanyak 70.224 masyarakat telah menyelesaikan pelayanan dari total 113.274 pendaftar yang masuk.

Angka ini setara dengan 2,44% dari total sasaran di Kabupaten Sukabumi. Data ini, menurut Masykur, akan menjadi 'kompas' bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan kesehatan ke depan.

"Hasil capaian ini menjadi dasar tindak lanjut melalui kolaborasi dengan tim kerja pemangku program penyakit tidak menular, yang akan digunakan sebagai acuan dalam upaya promotif, preventif, dan kuratif di masyarakat," jelasnya.

Adapun jenis pemeriksaan yang diberikan dalam program CKG ini meliputi pemeriksaan hemoglobin (HB), kolesterol, gula darah sewaktu (GDS), serta tes kebugaran. Fokus utamanya adalah mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular yang belakangan kian meningkat.

Untuk memaksimalkan capaian, Dinkes Kabupaten Sukabumi mulai memperluas titik pelayanan. Layanan yang awalnya hanya ada di Puskesmas, kini telah menyentuh Puskesmas Pembantu (Pustu) hingga Posyandu, dan direncanakan segera merambah ke tingkat klinik swasta.

Selain itu, Dinkes juga melakukan jemput bola ke lingkungan birokrasi. Bekerja sama dengan Sekretariat Daerah (Setda), layanan cek kesehatan gratis ini bakal rutin digelar di tingkat kecamatan hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan, dilakukan pula kolaborasi dengan Sekretariat Daerah (Setda) untuk melaksanakan CKG di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta mempercepat pencapaian target pemeriksaan kesehatan gratis di Kabupaten Sukabumi," pungkas Masykur.

(sya/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads